src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO – La Roja menjadi sorotan utama setelah tim asuhan Luis de la Fuente sukses mengakhiri penantian 16 tahun untuk kembali mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.
La Roja memastikan gelar juara usai menaklukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 melalui babak perpanjangan waktu pada partai final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Gol semata wayang Ferran Torres pada menit ke-106 menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat dan sarat gengsi.
Kemenangan tersebut mengantarkan Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah setelah pertama kali menjadi juara pada edisi 2010 di Afrika Selatan. Di sisi lain, hasil ini menggagalkan ambisi Argentina mempertahankan gelar yang mereka raih pada 2022 sekaligus mengukir sejarah sebagai tim ketiga yang mampu mempertahankan trofi secara beruntun.
Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol tampil dominan dengan penguasaan bola dan tekanan yang terus-menerus mengurung pertahanan Argentina. Meski demikian, penampilan gemilang kiper Emiliano Martínez membuat gawang Albiceleste tetap aman sepanjang waktu normal.
Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada babak tambahan. Memasuki menit ke-106, Ferran Torres memanfaatkan peluang di kotak penalti dan melepaskan tembakan yang tak mampu dihentikan Martínez. Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta sepanjang pertandingan sekaligus memastikan trofi Piala Dunia kembali ke tangan Spanyol.
Torres juga mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pemain pengganti yang mencetak gol penentu kemenangan di final Piala Dunia, mengingatkan publik pada aksi Mario Götze yang membawa Jerman menjuarai Piala Dunia 2014.
Keberhasilan ini semakin melengkapi perjalanan gemilang generasi muda Spanyol yang dipimpin pelatih Luis de la Fuente. Salah satu pemain yang mencuri perhatian adalah Lamine Yamal, yang kini berhasil menambahkan trofi Piala Dunia ke koleksi prestasinya setelah membawa Spanyol menjuarai Euro 2024.
Meski hanya mencetak satu gol sepanjang turnamen, Yamal tampil konsisten lewat kreativitas dan kecepatannya di sektor sayap. Selain dirinya, Rodri, Mikel Oyarzabal, hingga penjaga gawang Unai Simón menjadi pilar penting di balik sukses La Roja.
Penampilan impresif Unai Simón sepanjang turnamen bahkan membuatnya dinobatkan sebagai peraih Golden Glove, setelah membantu Spanyol mencatat salah satu rekor pertahanan terbaik di Piala Dunia 2026.
Kesuksesan Spanyol tidak hanya dibangun lewat lini serang yang produktif, tetapi juga pertahanan yang sangat solid. Sepanjang turnamen, La Roja hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan, sebuah catatan luar biasa yang menjadi fondasi keberhasilan mereka meraih gelar dunia kedua.
Perjalanan Spanyol menuju partai puncak juga terbilang impresif. Mereka lolos dari fase grup sebagai juara, sebelum menyingkirkan Austria, Portugal, Belgia, dan Prancis di babak gugur untuk memastikan tiket ke final.
Argentina datang ke final dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyapu bersih kemenangan sejak fase gugur. Namun dominasi permainan Spanyol membuat Lionel Messi dan rekan-rekannya kesulitan mengembangkan permainan.
Emiliano Martínez tampil luar biasa dengan mencatat belasan penyelamatan penting demi menjaga peluang Argentina, tetapi ketangguhan lini belakang akhirnya runtuh di babak tambahan waktu. Situasi semakin sulit setelah Enzo Fernández harus meninggalkan lapangan akibat kartu merah, membuat Albiceleste menuntaskan pertandingan dengan 10 pemain.
Meski gagal mempertahankan gelar, Lionel Messi tetap mengukir sejarah sebagai pemain pertama yang menjadi starter dalam tiga final Piala Dunia. Namun kali ini, ia harus mengakui keunggulan generasi baru Spanyol yang tampil begitu matang sepanjang turnamen.
Keberhasilan menjuarai Euro 2024 dan kini Piala Dunia 2026 menjadi sinyal kuat bahwa Spanyol kembali memasuki era keemasan. Di bawah arahan Luis de la Fuente, La Roja berpeluang membangun dominasi baru di sepak bola internasional, seperti yang pernah mereka lakukan pada periode 2008 hingga 2012.