src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Siswa SMPN 6 Loa Janan Ciptakan Pupuk ASNO

Siswa SMPN 6 Loa Janan Ciptakan Pupuk ASNO

waktu baca 2 menit
Jumat, 5 Jul 2024 19:13 444 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Sangat inovatif apa yang dilakukan siswa SMPN 6 Loa Janan, Desa Tani Harapan patut diapresiasi. Enam siswa sekolah tersebut, berhasil menciptakan pupuk cair Asam Amino (ASNO) yang dapat membantu pertumbuhan tanaman sayur mayur.

Latar belakang ide membuat pupuk cair ASNO, karena kondisi alam, tanah yang ada di Tani Harapan kandungan asamnya sangat tinggi, sehingga kalau untuk bertanam lebih lambat tumbuh.

“Kami melihatnya seperti itu, tanah kami kandungan asamnya lebih tinggi, jika dibandingkan dengan tanah lainnya,” ucap Kepala SMPN 6 Loa Janan, Nurdin.

Hasil inovasi siswa, didaftarkan mengikuti lomba Inovasi daerah Pemkab Kukar, yang diinisiasi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) tahun 2023.

“Di Tani Harapan 90 persen masyarakatnya berprofesi sebagai petani,” tambah Nurdin.

Terkadang petani dihadapkan, dengan kondisi harga pupuk yang mahal dipasaran, serta pupuk kimia juga mempengaruhi lingkungan, pupuk cair organik sebagai solusinya. Pupuk bukan hanya dipakai untuk tumbuhan, untuk menetralkan bau limbah kolam ikan juga sudah berhasil diuji coba.

“Bahan baku utamanya pembuatan pupuk dari ikan Lele,” jelasnya.

Untuk meracik pupuk organik ASNO, bahan baku ikan lele diblender dalam keadaan mentah secara utuh, lalu dicampur dengan gula aren asli serta susu tawar tanpa gula, terus dilakukan fermentasi beberapa hari.

Cara kerja pupuk, bisa disiram secara langsung ke media tanam bisa juga disemprot ke tanaman.

“Bukan hanya kami yang memakai pupuk ASNO, Kelompok Wanita Tani(KWT) desa, juga pakai pupuk buatan kami,” ucapnya.

Salah satu siswa pembuat pupuk, Diah Raihana yang masih duduk di kelas 8 menyebut, membuat pupuk ASNO dipandu guru pendamping, dan tambahan ilmu dari tontonan Youtube. Dari bahan dasar 1 Kg ikan lele, mampu menghasilkan 4 liter pupuk.

“Takarannya, dari 100 ml pupuk bisa dicampur dengan 10 liter air. Sudah terbukti hasil tanaman yang ada di sekolah kami, berbuah lebat seperti tanaman cabai,” katanya. (Andri/ADV8)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x