src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Simak Delapan Fenomena Langit Sepanjang Maret 2026, Catat Tanggalnya

Simak Delapan Fenomena Langit Sepanjang Maret 2026, Catat Tanggalnya

3 minutes reading
Tuesday, 3 Mar 2026 14:18 28 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Fenomena astronomi Maret 2026, gerhana bulan total, konjungsi Venus dan Saturnus, Ekuinoks Maret 2026, serta okultasi Regulus akan menghiasi langit malam sepanjang bulan ini. Deretan fenomena astronomi Maret 2026 tersebut menjadi momen langka yang sayang dilewatkan, terutama bagi pecinta langit dan pengamat bintang di Indonesia.

Dilansir dari RRI, sepanjang Maret 2026 masyarakat akan disuguhi berbagai fenomena astronomi Maret 2026 yang menarik, mulai dari gerhana bulan total atau Blood Moon, pertemuan planet terang, hingga momen bulan melintas dekat gugus bintang. Sejumlah peristiwa dalam fenomena astronomi Maret 2026 bahkan berpeluang diamati dari Indonesia saat cuaca cerah dan minim polusi cahaya.

Berikut delapan fenomena astronomi Maret 2026 yang patut dicatat tanggalnya:

1. 3 Maret: Gerhana Bulan Total (Blood Moon)
Pada 3 Maret, bulan purnama yang dikenal sebagai Worm Moon akan mengalami gerhana bulan total. Dalam fase puncak fenomena astronomi Maret 2026 ini, bulan tidak menghilang, melainkan berubah warna menjadi jingga tembaga akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.

Fenomena ini populer disebut Blood Moon, meski secara ilmiah warnanya lebih menyerupai tembaga. Gerhana bulan total dalam rangkaian fenomena astronomi Maret 2026 ini dapat diamati dari sebagian besar wilayah Amerika Utara, Asia, dan Oseania, termasuk Indonesia sekitar pukul 18.30 WIB.

2. 7–8 Maret: Konjungsi Venus dan Saturnus
Pada malam 7 dan 8 Maret, Venus dan Saturnus akan tampak berdekatan rendah di langit barat. Konjungsi dalam fenomena astronomi Maret 2026 ini bisa diamati menggunakan teropong sekitar pukul 19.15 WIB. Dengan teleskop kecil, cincin Saturnus dapat terlihat sejajar.

3. 18 Maret: Bulan Baru
Saat bulan baru, satelit alami Bumi tidak terlihat dari permukaan. Momen ini menjadi waktu ideal dalam fenomena astronomi Maret 2026 untuk mengamati bintang dan galaksi karena langit lebih gelap. Periode Maret hingga pertengahan Mei dikenal sebagai musim pengamatan galaksi terbaik pada awal malam.

4. 19–20 Maret: Bulan Bertemu Venus
Pada 19 Maret sekitar pukul 19.15 WIB, bulan sabit akan tampak berdekatan dengan Venus di langit barat. Keesokan harinya, 20 Maret, Venus terlihat menggantung di bawah bulan. Kombinasi keduanya menjadi bagian indah dari fenomena astronomi Maret 2026 yang mudah dinikmati mata telanjang.

5. 20 Maret: Ekuinoks Maret 2026
Ekuinoks Maret 2026 terjadi saat Matahari melintasi ekuator langit, bergerak dari belahan Bumi selatan ke utara. Peristiwa ini menandai awal musim semi di belahan Bumi utara dan awal musim gugur di belahan Bumi selatan. Ekuinoks menjadi salah satu penanda penting dalam kalender fenomena astronomi Maret 2026.

6. 22 Maret: Bulan Dekati Pleiades
Pada 22 Maret, bulan sabit tipis akan melintas dekat Pleiades, gugus bintang terang yang mudah dikenali. Fenomena astronomi Maret 2026 ini dapat diamati sekitar 60–90 menit setelah Matahari terbenam di langit barat.

7. 26–27 Maret: Jupiter Bertemu Bulan
Menjelang akhir bulan, Jupiter akan tampak berdekatan dengan bulan cembung di langit barat daya. Dalam rangkaian fenomena astronomi Maret 2026 ini, Jupiter terlihat jelas karena merupakan salah satu planet paling terang di langit malam.

8. 29 Maret: Okultasi Regulus oleh Bulan
Pada 29 hingga 30 Maret, bulan akan melintas sangat dekat dengan Regulus, bintang terang di rasi Leo. Di sejumlah wilayah Afrika, Asia, dan Eropa, fenomena astronomi Maret 2026 ini bahkan berubah menjadi okultasi, yakni saat bulan menutupi Regulus sehingga bintang tersebut seolah menghilang sesaat.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x