src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Setelah 13 Tahun Pencarian, Ilmuwan Temukan Rafflesia hasseltii di Sumatera Barat

Setelah 13 Tahun Pencarian, Ilmuwan Temukan Rafflesia hasseltii di Sumatera Barat

2 minutes reading
Friday, 21 Nov 2025 11:27 142 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – Tim ilmuwan berhasil menemukan spesies langka Rafflesia hasseltii setelah penantian panjang selama 13 tahun. Bunga endemik Indonesia itu ditemukan di hutan Hiring Batang Somi, Kecamatan Sumpur Kudus, Sumatera Barat, pada Selasa (18/11).

Dilansir dari CNN Indonesia, Rafflesia hasseltii dikenal memiliki tenda bunga berwarna merah darah dengan bintik-bintik putih bulat pada kelopaknya. Spesies ini tergolong langka dan dilindungi, serta hanya tumbuh di habitat tertentu dengan ketergantungan tinggi pada tanaman inang. Kondisi tersebut membuat populasinya sangat rentan terhadap kerusakan lingkungan.

Penemuan di Sumatera Barat itu terekam dalam video yang diunggah akun Instagram Universitas Oxford, @oxford_uni. Dalam video tersebut tampak seorang pemandu, Septian Andriki atau Deki, menitikkan air mata karena emosional setelah menemukan bunga yang telah ia cari selama 13 tahun.

“Selama 13 tahun. Saya sangat beruntung,” kata Deki, Kamis (20/11).

Ia menemukan bunga tersebut bersama Dr. Chris Thorogood, Wakil Direktur dan Kepala Bidang Ilmu Pengetahuan Kebun Raya dan Arboretum Universitas Oxford. Keduanya menyusuri hutan hujan Sumatera siang dan malam demi mencari keberadaan Rafflesia hasseltii.

Dalam pernyataannya, tim menyebut kesempatan melihat langsung “jamur Rafflesia berwajah harimau” menjadi momen yang sangat berharga. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga dan rekan-rekan yang telah mendukung proses pencarian selama bertahun-tahun.

Penemuan serupa juga terjadi pertengahan tahun ini di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumatera Selatan. Faried, Kepala SPTN 5 BBTNKS, menjelaskan bahwa bunga tersebut ditemukan oleh warga bernama Bendriansyah saat patroli mandiri di area Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), sekitar 10 kilometer dari permukiman.

Rafflesia hasseltii yang ditemukan di Muratara tercatat memiliki tinggi 12 cm, diameter 52 cm, dan kelopak selebar 16 cm. Duri-durinya mencapai panjang 15 cm. Penemuan ini sekaligus menjadi yang pertama di wilayah Tanjung Agung.

“Penemuan ini menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam melindungi dan memantau keanekaragaman hayati, terutama spesies endemik yang dilindungi,” kata Faried.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x