src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Para Mualaf di Jahab bersemangat mengaji Al-Quran yang dibina Mimin Setya Handayani (foto: Andri/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Bagi perempuan berkaca mata bernama Mimin Setya Handayani, menjadi penyuluh Agama Islam non PNS, punya sisi perjuangan yang luar biasa.
Setahun lamanya menjadi penyuluh, ia sudah punya tanggung jawab membina para Mualaf di Kelurahan Jahab, Kecamatan Tenggarong. Mualaf yang dibinanya mencapai 110 orang.
Mimin bercerita kepada Headlinekaltim.co bagaimana mengajak para mualaf binaannya belajar sholat dan mengaji Al-Quran. Walau, baru sebagian yang aktif belajar.
“Sekarang dari 110 orang tersebut, yang baru aktif sekitar 40 orang saja, ” kata Mimin, Jumat 12 Februari 2021.
40 orang mualaf tersebut aktif belajar ngaji dan praktek solat di Musholla Al-Ihsan serta Majelis Mualaf Jahab. Bermodal semangat tak kenal menyerah, para mualaf ini mau terus belajar tentang ibadah sholat dan baca Al Quran.
Mimin mengenang mualaf binaannya semula hanya 5 orang saja yang aktif ingin belajar Al-Quran dan sholat. Lalu, terus meningkat jadi 12 orang, bertambah lagi jadi 25 orang, akhirnya capai 40 orang. Kini para mualaf rutin belajar mulai sore hari.
“Mulai ngaji setengah 5 sore, kalau praktek sholatnya setiap hari Jumat. Yang ngaji ada yang berumur 50 tahun ke atas. Terkadang juga bergabung dengan anak TPA, tapi mereka tetap semangat,” ujarnya.
Dari 110 orang binaan, masih sekitar 70 orang yang belum aktif mengaji, Mimin berjanji akan terus mengajak yang 70 orang tersebut bisa aktif mengaji dan belajar solat.
Dirinya dalam membina mualaf juga dibantu oleh Komunitas Infaq Beras Kukar yang rutin didapat, dan diberikan kepada para mualaf yang aktif.
“Kami juga masih membutuhkan para donatur, yang mau bersedekah demi pembinaan para muallaf yang ada di Jahab,” ucapnya.
Dalam lakukan pembinaan para mualaf di Jahab, Mimin dibantu oleh beberapa relawan, yang mau ikut berjuang disana, walau dalam kondisi dengan keterbatasan jauh dari pusat keramaian.
Penulis: Andri
Editor: Amin