src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Selamatkan Lingkungan dengan Sinergikan Pendekatan Agama, Alumni Pascasarjana Ilmu Lingkungan Unmul Galang Kerja Sama Ormas Islam 

Selamatkan Lingkungan dengan Sinergikan Pendekatan Agama, Alumni Pascasarjana Ilmu Lingkungan Unmul Galang Kerja Sama Ormas Islam 

waktu baca 2 menit
Selasa, 23 Jun 2026 21:59 38 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pendekatan lintas agama dinilai sebagai strategi yang perlu didorong dalam upaya penyelamatan alam dan lingkungan. Konsep pelestarian alam dan lingkungan harus dipandang tidak sekadar kewajiban sosial, namun manifestasi ibadah dan keimanan.

Demikian hasil rapat kerja Ikatan Alumni Magister dan Doktor Ilmu Lingkungan (IAMDIL) Universitas Mulawarman (Unmul) di Hotel Puri Senyiur, belum lama ini. “Kami mulai dulu menjalin kerjasama dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Kaltim, Muhammadiyah Kaltim dan Majelis Ulama Indonesia Kaltim. Selanjutnya akan kami lanjutkan dengan ormas keagamaan agama – agama lain,” kata Ketua Umum IAMDIL Unmul Sarkowi V Zahry.

Dikatakan Sarkowi, kerusakan alam dan lingkungan khususnya di Kaltim sudah sampai pada taraf sangat serius. Perusakan hutan, berbagai pencemaran baik darat, udara dan air, juga kondisi perubahan iklim yang serius. Di sisi lain kebijakan dan penegakan hukum masih belum berpihak pada upaya penyelamatan dan perbaikan alam lingkungan secara konsisten. Dukungan, penyadaran dan kepedulian masyarakat perlu ditingkatkan.

“Melalui pendekatan agama dan moral diharapkan bisa efektif mengendalikan keserakahan, menumbuhkan kesadaran personal, serta membangun tanggung jawab moral umat manusia terhadap alam dan lingkungan,” harap Sarkowi yang juga anggota DPRD Provinsi Kaltim ini.

Lebih lanjut, kata Sarkowi, nilai-nilai strategis dalam pendekatan agama seperti semangat menjaga alam sebagai amanah Tuhan dimana manusia bertugas sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan alam, bukan merusaknya.
“Jangan lagi terjadi dosa ekologis yang lebih besar dan berlangsung terus menerus. Perlu ada kesadaran bahwa mengeksploitasi alam secara berlebihan merupakan perbuatan yang menyalahi hukum agama dan merusak bumi,” tandasnya.

Lantas apa langkah konkret yang akan dilakukan dalam kerjasama IAMDIL Unmul dengan ormas keagamaan? Dikatakan Sarkowi, kampanye lingkungan dengan pendekatan agama akan menjadi program pertama dan prioritas. Ceramah-ceramah para dai didorong untuk juga kombinasi menggunakan materi materi penyelamatan alam dan lingkungan.

“Dalam agama disebutkan kerusakan di alam ini akibat ulah manusia. Nah, manusianya ini harus diarahkan pada penyadaran berjamaah. Mengingat kalau alam dan lingkungan rusak, yang akan menderita juga manusia itu sendiri. Sebut aja bencana banjir misalnya, pencemaran, tanah longsor dan bencana bencana lain, kita semua yang akan merasakan,” ungkap Sarkowi lagi. (*/)

LAINNYA
x