24.5 C
Samarinda
Sabtu, April 17, 2021

Anggota Polres Berau Ditangkap karena Sabu

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Satuan Reskoba Polres Berau menangkap 10 orang tersangka kasus narkoba dengan barang bukti total 81,14 gram.

Kasat Reskoba Polres Berau, Iptu Suwarno mengatakan, 10 tersangka yang diamankan adalah Hendro Giat Sihotang, Meldy Bara Padang, Firmansyah, Aris, Armansyah, Rusin Herdianto, Agus Riadi, Joni Wahyudi, Rahman Efendi, dan Sukriadi.

Dikatakannya, tahun 2020 ada 92 perkara Narkoba. Sedangkan, tahun 2021 (periode Januari-Maret) ada 22 kasus yang sudah diungkap.

Disayangkannya, ada anggota Polri yang terlibat. Berpangkat Brigadir Kepala dengan barang bukti 1 paket besar sabu-sabu seberat 4,88 gram, 1 poket kecil sabu-sabu 0,78 gram dan 7 bungkus kosong bekas pakai.

Ditegaskannya, Polres tidak pandang bulu untuk memberantas kasus narkoba. Termasuk, jika ada anggota polisi yang menjadi budak sabu.

“Kami tegas untuk memberantas peredaran narkoba di Bumi Batiwakkal. Kami tidak akan menutupi, jika ada ditemukan anggota yang terlibat,” katanya dalam kegiatan pemusnahan barang bukti kasus Narkoba, Kamis 8 April 2021.

Kapolres Berau, AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo mengatakan, tidak ada kompromi untuk pengguna maupun pengedar narkoba di Bumi Batiwakkal.

“Kami tidak akan memberikan ruang terhadap narkoba. Siapapun dia dan apapun jabatannya, pasti akan kami tindak tegas sesuai dengan kode etik dan undang-undang yang berlaku,” tegasnya.

Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Berau, Gamalis mengatakan, edukasi terhadap kaum muda sangat perlu. Hal itu bertujuan, agar tidak terjadinya kerusakan moral bangsa, akibat narkoba.

“Pemerintah dalam hal ini, akan melakukan sosialisasi hingga ke pelosok kampung. Karena, penyebaran narkoba itu tidak terpusat,” jelasnya.

Menurutnya, persoalan narkoba bukan hanya tanggung jawab oleh pemerintah. Namun, keterlibatan masyarakat juga sangat besar dalam pengawasannya.

“Tentu pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk mensosialisasikan bahaya narkoba. Peran orang tua sangat penting. Jangan sampai, anak atau keluarganya menjadi pengguna narkoba,” katanya.

Dikatakannya, Polres Berau paling banyak menangani kasus narkoba. Mengingat, Berau adalah jalur perlintasan. Maka dibutuhkan upaya pengawasan yang sangat ketat agar barang haram tersebut tidak masuk.

“Setiap hari, Personel Satreskoba melakukan penyelidikan terhadap penyebaran narkoba itu. Jadi memang butuh upaya lain. Selain penindakan, pencegahan dan fungsi pengawasan juga harus diketatkan,” ungkapnya.

Senada, Dandim 0902/TRD, Letkol Inf Fardin Wardhana mengatakan, persoalan narkoba bukan hanya melibatkan pemerintah dan aparat penegak hukum. “Narkoba itu adalah musuh bersama. Jadi masuknya narkoba ke Berau adalah tanggung jawab kita semua,” ucapnya.

Fardin mengungkapkan, pengawasan akses darat akan diperketat. Namun, itu juga membutuhkan peran aktif dari semua lini atau lapisan masyarakat.

Kepala Kejaksaan Negeri Berau, Nislianuddin menyebut, hukuman penyalahgunaan obat-obatan terlarang itu sudah jelas. Tak ada hukuman yang ringan. “Paling minim itu adalah 5 tahun dan paling berat adalah hukuman mati,” singkatnya.

Humas Pengadilan Negeri Berau, (Hakim) Azhar Rasyid Nasution membenarkan, hampir setiap hari ada sidang terkait narkoba. “Paling banyak di Berau adalah kasus narkoba. Setelah itu baru kasus asusila,” bebernya.

Penulis: sofi

Editor: MH Amal

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar