src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Sekolah Tatap Muka, Gubernur Tunggu Petunjuk Pusat

Sekolah Tatap Muka, Gubernur Tunggu Petunjuk Pusat

waktu baca 2 menit
Senin, 7 Des 2020 19:45 201 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor ikut berkomentar terkait keputusan dibukanya kembali sekolah tatap muka mulai Januari 2021 mendatang, yang dikeluarkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim.

Ia secara pribadi mengatakan mendukung keputusan tersebut. Namun dirinya mengaku masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat. Mengingat masih ada 8 Kabupaten/kota di Kaltim yang berstatus zona merah.

Mantan Bupati Kutim ini memastikan dan meyakinkan masyarakat, bahwa setiap keputusan atau keterangan ataupun kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat pasti baik untuk masyarakat itu sendiri. Dan tentunya dilakukan dengan pertimbangan yang matang sesuai situasi dan kondisi.

“Kita nunggu petunjuk yang di Jakarta. Kita ini “Sa’mina wa Athona”. Pokoknya apa kata Jakarta, kita ikuti, pasti baik. Nggak mungkin nggak baik tujuannya, ya kan begitu,” ucapnya.

Disinggung bahwa Pemerintah Pusat telah menyerahkan kembali keputusan pada masing-masing Pemerintah Provinsi, Gubernur membenarkan hal tersebut. Namun menurutnya, Pemerintah Daerah juga harus mendapat petunjuk teknis dari Pemerintah Pusat.

“Betul, tapi kan petunjuk-petunjuk teknis belum, ya kan? Kita harus menyiapkan segala macam fasilitas-fasilitasnya. Misalnya tempat cuci tangan dan sebagainya,” terang Isran Noor.

Orang nomor satu di Kaltim ini juga mengaku telah melakukan pembahasan-pembahasan terkait dibukanya kembali sekolah tatap muka secara internal Kepala OPD di lingkup Pemprov Kaltim. Termasuk dengan Pemerintah Kabupaten/kota dan instansi terkait lainnya.

Gubernur mengatakan dirinya telah menerima informasi bahwa tidak ada larangan atau sanksi kepada orangtua yang belum mengizinkan anaknya sekolah tatap muka.

“Ya, sekarang kita sudah mulai melakukan koordinasi dengan pihak terkait, dengan Pemerintah Kabupaten/kota mengenai rencana pembelajaran tatap muka. Dan saya dapat informasi bahwa bagi Orangtua yang tidak mau atau tidak memperbolehkan anaknya tidak mengikuti, boleh saja. Jadi kelihatannya seperti pilihan,” pungkasnya. (ADV)

Penulis : Ningsih
Editor : Amin

LAINNYA
x