src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Tangkapan layar siaran langsung saat debat kedua Pilkada Kaltim digelar. Terlihat Ketua KPU Kaltim, Fahmi Idris, menyampaikan pembukaannya.HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Debat publik kedua Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) 2024 menjadi ajang strategis bagi para kandidat untuk memaparkan gagasan mereka kepada masyarakat.
Kegiatan yang diselenggarakan di Studio CNN Indonesia, Jakarta, mengusung tema “Tata Kelola Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat” dan disiarkan langsung melalui televisi serta kanal YouTube resmi KPU Kaltim pada Minggu, 2 November 2024 malam.
Ketua KPU Kaltim, Fahmi Idris, dalam sambutannya menegaskan bahwa debat tersebut bukan sekadar tradisi dalam tahapan kampanye, melainkan tahapan penting untuk mengedukasi pemilih.
“Debat ini adalah jembatan informasi bagi masyarakat untuk memahami visi, misi, dan program kerja setiap pasangan calon. Dengan ini, kita harap masyarakat dapat menentukan pilihan secara bijak,” katanya.
Fahmi juga mengingatkan bahwa partisipasi pemilih menjadi kunci sukses Pilgub Kaltim. KPU menargetkan tingkat partisipasi melebihi angka nasional sebesar 77,5 persen.
“Kami ingin seluruh warga Kaltim menggunakan hak pilihnya pada 27 November mendatang. Semakin banyak yang berpartisipasi, semakin kuat legitimasi pemimpin terpilih nantinya,” tambahnya.
Adapun debat kedua ini mempertemukan dua pasangan calon, Isran Noor-Hadi Mulyadi (nomor urut 1) dan Rudi Mas’ud-Seno Aji (nomor urut 2), yang secara bergantian memaparkan pandangan mereka.
Pasangan nomor urut 1 menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya manusia dan transparansi dalam pemerintahan untuk mendorong kemandirian daerah. Sementara pasangan nomor urut 2 menawarkan inovasi berbasis teknologi untuk meningkatkan efisiensi layanan publik dan memberdayakan masyarakat.
Diskusi yang berlangsung selama dua jam ini melibatkan panelis dari kalangan akademisi dan praktisi. Beragam pertanyaan diajukan untuk menggali solusi konkret dari para kandidat dalam menghadapi tantangan pembangunan di Kalimantan Timur.
Di sisi lain, tingginya antusiasme masyarakat terhadap acara ini tercermin dari banyaknya penonton yang mengikuti siaran langsung baik melalui televisi maupun platform daring.
“Debat ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami visi kepemimpinan yang ditawarkan masing-masing pasangan calon, sehingga mereka dapat memilih berdasarkan penilaian yang matang,” beber Fahmi.
Menutup sambutannya, Fahmi Idris menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang mendukung kelancaran acara, termasuk jajaran keamanan dari TNI-Polri. Ia juga menegaskan komitmen KPU untuk menjaga integritas seluruh tahapan Pilkada.
“Dengan informasi yang lengkap dari debat ini, kami yakin masyarakat Kaltim mampu memilih pemimpin terbaik untuk masa depan provinsi ini,” pungkasnya. (ADV/Zayn)