src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala SDIT Al-Ihsan Muara Kaman, saat menerima penghargaan Adiwiyata Nasional dari Menteri LHK Siti Nurbaya.(sumber : Ist/Dini Sutanti)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG–SDIT Al-Ihsan Desa Panca Jaya Kecamatan Muara Kaman, salah satu sekolah dari lima sekolah yang meraih penghargaan Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Prestasi ini tak lepas dari tangan dingin perempuan kelahiran Blitar tahun 1980, Kepala SDIT Al-Ihsan bernama Dini Sutanti.
“Iya hanya kami yang dari luar Tenggarong, empat sekolah lainnya dari pusat kota Tenggarong,” sebut Dini, Selasa 17 Oktober 2023, usai menerima penghargaan, di Auditorium Dr Ir Soedjarwo, Gedung Manggala Lama Jakarta, melalui telepon kepada headlinekaltim.co.
Selain SDIT Al-Ihsan, dua sekolah juga meraih penghargaan adiwiyata Nasional yaitu SMPN 02 Tenggarong dan SDN 003 Tenggarong. Sedangkan dua sekolah lagi menerima penghargaan Adiwiyata Mandiri yaitu MAN 2 Tenggarong dan SDN 018 Tenggarong.
Dini menjabat Kepsek sejak Februari 2021 ini ketika sekolahnya ditetapkan sebagai sekolah penerima penghargaan Adiwiyata Nasional 2023. Penilaian berlangsung sekitar Juli-September 2023.
“Sekolah kami pernah juara Adiwiyata tingkat Kabupaten dan provinsi,” ujarnya.
Komitmen terhadap kebersihan dan peduli terhadap lingkungan sekitar menjadi prinsip yang harus ditanamkan kepada sebanyak 273 murid di Al-Ihsan. Salah satunya bagaimana bisa konsisten mengurangi sampah plastik.
“Siswa kami dilarang membawa minuman kemasan botolan, semua siswa membawa minum botol sendiri dari rumah,” tuturnya.
Selain itu, komitmen pengelolaan barang bekas, pemilahan sampah organik dan non organik, menciptakan kantin sehat, serta penghijauan lingkungan sekolah. Karena sudah menjadi bagian visi dan misi sekolah.
“Kertas bekas yang tidak terpakai, juga tidak kami buang, kami kreasikan lagi untuk dijadikan amplop untuk dipakai dalam kegiatan sekolah,” sebutnya.
Sekolah yang berlokasi di Jalan Awang Long RT 25 Desa Panca Jaya atau biasa disebut SP 5 Muara Kaman, cukup jauh dari pusat Kota Tenggarong. Ditempuh melalui Kecamatan Sebulu dan Tenggarong Seberang dengan memakan waktu 1 jam lebih.
Penghargaan yang diserahkan secara langsung oleh Menteri LHK Siti Nurbaya itu menjadi kebanggaan tersendiri. “Mudah-mudahan kami bisa tetap konsisten dan komitmen peduli terhadap lingkungan di Kukar, ” pungkasnya.
BUDAYAKAN PEDULI LINGKUNGAN
Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan DLHK Kukar, Hamid mengapresiasi sekolah luar Tenggarong seperti SDIT Al-Ihsan Muara Kaman mampu meraih penghargaan Adiwiyata Nasional.
Pihaknya memang agak kesulitan ketika mendorong sekolah-sekolah untuk peduli terhadap lingkungan agar bisa raih penghargaan Adiwiyata. “Sekolah yang ada di Tenggarong juga belum tentu mau menuju sekolah peduli lingkungan,” jelas Hamid.
Dia memastikan akan lebih mudah mendorong manajemen sekolah yang sudah punya budaya kebersihan lingkungan, karena penilaian adiwiyata meliputi banyak aspek. Seperti wawasan lingkungan hidup, kebersihan dan prilaku hidup sehat, manajemen pengelolaan sampah di sekolah, serta perpaduan kurikulum yang konsisten terhadap lingkungan.
“Kalau sekolah sudah miliki budaya bersih, akan lebih enak kita mendorongnya menuju sekolah Adiwiyata. DLHK memberikan pendampingan bagi sekolah menuju Adiwiyata,” imbuhnya.(Andri)