src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Polemik Gedung Sekretariat DPD II Golkar Samarinda, Andi Harun: Pemkot Punya Alas Utama Kepemilikan

Polemik Gedung Sekretariat DPD II Golkar Samarinda, Andi Harun: Pemkot Punya Alas Utama Kepemilikan

2 minutes reading
Friday, 1 Apr 2022 18:21 261 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pengambilan aset yang dilakukan Pemerintah kota (Pemkot) Samarinda terhadap gedung sekretariat DPD II Golkar Samarinda terus jadi polemik.

Diketahui, Ketua DPD II Golkar Samarinda, H. Hendra menuturkan bahwa Pemkot Samarinda tidak mempunya alas bukti kepemilikan gedung tersebut.

Wali Kota Samarinda Andi Harun membantah pernyataan Hendra. “Sudah final. Karena tanda kepemilikan sah itu ada di sertifikat. Dan sesuai aturan hukum di Indonesia, sertifikat yang dimiliki pemkot adalah hak alas utama kepemilikan,” ungkap Andi Harun saat ditemui awak media, Jumat 1 April 2022.

Selain kepemilikan sertifikat, Andi Harun juga menyebut bahwa pernyataan yang dikeluarkan Hendra sangat bertentangan dengan fakta yang ada. Sebab, Pemkot Samarinda memiliki dokumen permohonan pinjam pakai gedung eks DPD II Golkar pada Wali Kota Samarinda periode sebelumnya.

“Pemkot punya dokumen permohonan pinjam pakai dari mereka. Permohonan pinjam pakai yang diajukan sudah berkali-kali,” tegasnya.

Andi Harun juga menyanggah tudingan Hendra bahwa Pemkot Samarinda sudah mengacak-acak gedung DPD II Golkar Samarinda. “Mengacak-acak itu bahasa apa? Mungkin dia (Hendra) tidak mengerti bahasa Indonesia yang baik dan benar. Seharusnya kata-kata itu tidak pantas dipakai karena kami sudah melaksanakannya sesuai prosedur,” ujar Andi Harun.

Sebelum dilakukan peremajaan gedung, orang nomor satu di Samarinda tersebut menjelaskan bahwa Pemkot sudah mempersilahkan para pengurus partai lebih dulu menginventarisasi aset mereka, seperti perabotan.

Namun hal tersebut tak dilakukan. Golkar justru melayangkan surat yang berisi pernyataan tidak relevan. “Bukannya mengambil barang mereka, justru bersurat yang tidak relevan,” pungkasnya.

Penulis: Riski
editor: MH Amal

LAINNYA
x