src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Perkantoran Menteri Koordinator bersama Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara (foto: Yamin/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Publik Kukar masih sangat optimis dengan keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) Kaltim di era Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Termasuk Rektor Unikarta Prof Ince Raden sangat optimis pembangunan akan terus dijalankan.
“Pasti tetap lanjut pembangunan IKN Kaltim, karena sudah ada UU-nya,” sebut Ince, Jumat 25 Oktober 2025.
Guru Besar Faperta Unikarta ini menyebut, sosok Presiden Prabowo tidak bisa diragukan komitmennya bangun IKN karena disampaikan saat kampanye Capres, serta saat masih menjabat menteri Pertahanan erah presiden Joko Widodo.
“Tinggal progresnya saja, saya melihat agak beda di era Prabowo jika dibandingkan dengan era Jokowi. Di era presiden Prabowo agak pelan,” ucapnya.

Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara yang terletak di Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara. Foto diambil pada 28 September 2024 lalu. (Foto: Yamin/headlinekaltim.co)
Dirinya mengemukakan alasan lebih pelan di era Prabowo. Pertimbangan pertama karena masih baru dilantik dan lakukan pengarahan kepada menteri kabinet untuk membagi tugas keberlanjutan IKN. Selain itu, ini sudah mendekati akhir tahun sehingga porsi pembangunan IKN harus dikurangi.
“Nanti Prabowo akan road show ke IKN, setelah itu pembangunan IKN akan kembali normal,” jelasnya.
Pembangunan IKN saat ini, sudah memberikan dampak besar secara ekonomi nasional dan lokal. Beberapa kebutuhan pembangunan IKN didatangkan dari luar Kalimantan Timur, dari Sulsel, Jawa dan Kalsel.
“Untuk memenuhi kebutuhan pangan di IKN sebagian dari Kaltim, sebagian dari luar Kaltim,” ucapnya.
Beban Ibu Kota Jakarta, dipastikan Ince Raden, dalam empat sampat lima tahun ke depan beban akan mengalami puncaknya, jika tidak dialihkan ke IKN Kaltim.
Prabowo, sebut Ince sudah memikirkan jauh hari solusinya, salah satunya dengan pemisahan satu Kementerian menjadi dua kementerian.
“Makanya, perkiraan saya, bakal segera ada kantor kementerian baru di IKN nanti. Kita lihat saja nanti,” ucapnya.
Ince memastikan, meskipun tidak ada perwakilan menteri dari Kaltim, tidak mempengaruhi cepat atau lambatnya pembangunan IKN. Urusan jatah menteri hanya urusan komunikasi politik saja. “Kemungkinan belum ada usulan calon menteri dari Kaltim ke Prabowo saja,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan akademisi Fisipol Unmul, Daryono. Dia menyebutkan, pembangunan IKN Kaltim pasti berlanjut. Saat ini, pemerintah daerah harus memfokuskan apa yang harus dibenahi sebagai daerah penopang IKN.
“Tiga urusan yang harus diperhatikan serius adalah layanan publik, sumber daya manusia (SDM), dan budaya kerja aparatur pemerintah,” jelasnya.
Daryono menyarankan kepada pemerintahan tingkat kecamatan agar mampu menyesuaikan keberadaan IKN dengan meningkatkan daya saing SDM, kompetensi aparatur, kemampuan dan adaptasi teknologi, layanan berbasis online.
“Indikator layanan publik yang berdaya saing adalah terus melakukan Inovasi menyesuaikan keberlangsungan IKN,” pungkasnya.(Andri)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim