src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Sutomo Jabir. (ist)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kaltim Sutomo Jabir mengatakan realisasi serapan anggaran APBD murni tahun anggaran 2022 di Dinas PUPR-PERA Kaltim masih rendah.
“PU ini serapannya masih rendah, baik di Bina Marga, Cipta Karya dan Permukiman itu masih rendah semua. Serapannya sekitar 28 persen,” ujarnya beberapa waktu lalu pada awak media.
Komisi III, kata dia, telah memanggil Dinas PUPR-PERA Kaltim untuk mengetahui apa yang menjadi pemicu dan permasalahannya.
Politisi PKB ini menyebut, dari komunikasi yang disampaikan oleh Dinas PUPR-PERA Kaltim, proses lelang yang lambat di Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setdaprov Kaltim berdampak pada tertundanya pelaksanaan paket proyek yang ada di PUPR-PERA Kaltim.
Selain itu, penunjukan kontraktor pemenang lelang oleh Biro Bargas Setdaprov Kaltim, ternyata bermasalah, sehingga Dinas PUPR-PERA Kaltim meminta untuk dilakukan evaluasi ulang terhadap pemenang lelang.
“Mulai dari posisi lelang yang lambat, kemudian setelah lelang, ada sanggah banding. Karena ada yang sudah dimenangkan ULP, tapi ditolak PU dan disuruh evaluasi ulang. Artinya ada yang tidak singkron antara Barjas, ULP dan SKPD terkait itu,” terangnya.
Sutomo Jabir mendorong pihak Dinas PUPR-PERA Kaltim untuk dapat menggenjot produktivitas, mempercepat proses pembangunan di Kaltim.
“Ini percepatan sebentar lagi mereka kontrak. Jadi, per kontrak ada beberapa item yang sudah proses, itu dipercepat prosesnya, supaya bisa segera berkontrak. Di beberapa daerah, di kegiatan sudah menunggu proses kontrak saja lagi ini,” katanya.
Dia menambahkan, Kaltim sebagai daerah yang kaya dengan APBD tinggi, sudah selayaknya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dengan pembangunan-pembangunan yang merata di seluruh kabupaten/kota.
“Ini kan sudah mau masuk September, serapan masih rendah. Kita minta ke PU untuk mengambil langkah taktis, supaya yang terealisasi semua itu dapat dinikmati masyarakat. Percuma kita punya duit banyak kalau tidak bisa juga dipakai,” pungkasnya. (Adv/Ningsih)