src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Sebanyak 270 siswa akan menjadi penghuni pertama Sekolah Rakyat Samarinda saat kegiatan awal dimulai pada pertengahan Juli. Di tengah pembangunan yang belum sepenuhnya rampung, skema pembelajaran dilakukan bertahap, dimulai dari gelombang awal sebelum kemudian disusul oleh siswa dari sekolah rintisan yang sudah berjalan sebelumnya.
Model ini dipilih sebagai langkah transisi agar fasilitas yang sudah siap bisa langsung dimanfaatkan, tanpa harus menunggu seluruh proyek selesai. Dengan progres pembangunan yang telah menembus 84,33 persen, sejumlah bangunan inti dinilai cukup untuk menopang aktivitas awal, terutama untuk pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Mandiri Satker PPS Kalimantan Timur, Rian Ranu Pralubis, mengatakan fasilitas yang disiapkan untuk tahap awal bahkan sudah melebihi kebutuhan jumlah siswa gelombang pertama.
“Progres pembangunan untuk sekolah rakyat Samarinda sudah di angka 84,33 persen. Di mana kondisi MPLS nanti di tanggal 14 kita sudah menyiapkan 3 asrama, 1 bangunan kelas, 1 dapur, dan juga 1 kantin, setiap jumlah tersebut bahkan sudah melebihi dari cukup,” terang Rian, Sabtu 11 Juli 2026.
Sebanyak 270 siswa ini akan menjadi angkatan pembuka yang mulai beradaptasi dengan sistem sekolah berbasis asrama. Setelah fase awal ini berjalan, barulah siswa existing dari sekolah rintisan akan dipindahkan dan digabungkan ke dalam kawasan yang sama pada akhir Juli 2026.
Pola bertahap ini sekaligus menjadi cara untuk mengatur kepadatan hunian dan memastikan fasilitas tambahan yang masih dibangun bisa menyusul secara optimal.
Sejumlah bangunan baru seperti asrama tambahan, ruang kelas, hingga kantin terus dikebut penyelesaiannya agar mampu menampung jumlah siswa yang bertambah.
“Jika sesuai rencana bahwasannya hanya 270 siswa dulu yang akan dimulai di tanggal 14 untuk MPLS ini. Selanjutnya untuk siswa existing di sekolah rintisan akan dimasukkan kembali di akhir Juli,” lanjutnya.
Secara keseluruhan, Rian menjelaskan, kawasan Sekolah Rakyat Samarinda tidak hanya terdiri dari ruang belajar, tetapi dirancang sebagai lingkungan pendidikan terpadu. Selain gedung sekolah dan asrama, terdapat pula gedung serba qqguna serta berbagai fasilitas penunjang lain yang masuk dalam paket pekerjaan konstruksi.
Total pekerjaan bahkan terbagi dalam puluhan bagian kontrak, mencakup pembangunan fisik hingga penataan kawasan. Hal ini membuat proses penyelesaian dilakukan secara paralel di berbagai titik.
“Secara bagian kontrak itu ada 32 bagian kontrak. Tidak hanya gedung, tapi dalam bagian kontrak tersebut itu ada kondisi kawasan landscape, dan juga bangunan penunjang lainnya, seperti gedung serbaguna, rumah ibadah, guest house untuk tamu dari Dinsos, dan lain-lain,” jelasnya.
Meski aktivitas belajar akan dimulai dalam waktu dekat, pekerjaan konstruksi masih terus berlangsung hingga batas kontrak pada 9 Agustus. Untuk itu, pengaturan ruang menjadi kunci agar dua aktivitas berbeda antara pendidikan dan pembangunan bisa berjalan bersamaan tanpa saling mengganggu.
Area belajar akan dipisahkan secara fisik dari zona konstruksi dengan pembatas khusus, sehingga siswa tetap bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman.
“Kita batasi area belajar dan area konstruksi. Sudah dipetakan dan dipagari agar tidak saling mengganggu,” ujarnya.
Sementara itu, kebutuhan dasar seperti air bersih dan listrik telah dipastikan siap digunakan. Pasokan tersebut menjadi syarat penting agar kegiatan asrama dan pembelajaran bisa berjalan normal sejak hari pertama.
“Untuk kebutuhan air bersih dan juga listrik, Alhamdulillah untuk hari ini sudah ready dan siap digunakan, baik listrik ataupun air yang dioptimalkan dari pihak PDAM dan juga pihak PLN,” tutur Rian.
Dengan waktu yang tersisa hingga awal Agustus, seluruh kontraktor diharapkan mampu menuntaskan pembangunan agar semua fasilitas bisa dimanfaatkan secara maksimal dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kalimantan Timur.
“Kita berharap kawan-kawan penyedia mampu menyelesaikan seluruh pembangunan Sekolah Rakyat Samarinda ini di 9 Agustus agar bisa segera dimanfaatkan,” tukas Rian. (Retno)