src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pria Ini Bawa Senjata Api Rakitan dan Ratusan Peluru untuk Dijual

Pria Ini Bawa Senjata Api Rakitan dan Ratusan Peluru untuk Dijual

2 minutes reading
Friday, 25 Jun 2021 22:35 673 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Seorang pria diringkus Polsek Segah lantaran membawa senjata api rakitan di Jalan Poros Kampung Tepian Buah, Kecamatan Segah, pada Jumat 25 Juni 2021 siang pukul 12.15 WITA.

Kapolsek Segah AKP Yusuf mengatakan, pelaku OV (33) warga Kampung Long Pelay, Kecamatan Kelay. Berawal sekitar pukul 10.30 WITA, Yusuf beserta personelnya sedang melaksanakan patroli. Saat berada di Jalan Poros Kampung Tepian Buah, pihaknya mendapati satu unit kendaraan roda empat yang tampak mencurigakan.

“Kita berhentikan (mobilnya) lalu lakukan penggeledahan. Di dalam mobil itu kita temukan satu pucuk senjata api (senpi) rakitan jenis penabur. Lengkap dengan pelurunya. Langsung kita sita,”ucapnya.

Selain senjata api rakitan, petugas juga menyita 267 butir peluru senjata api rakitan, 11 bilah parang serta satu unit mobil Toyota Hilux warna hitam pelat nomor KT 8052 GI.

Perwira berpangkat balok tiga di pundak ini mengatakan, senpi dan peluru itu rupanya untuk dijual. Barang tersebut hendak diantar ke pembeli di Kampung Long Okeng, Kecamatan Segah. Diketahui, senpi rakitan jenis penabur itu akan digunakan untuk berburu.

“Termasuk parang yang pelaku bawa juga untuk dijual ke Long Okeng,” bebernya.

Pengakuan pelaku, lanjut Yusuf, telah berjualan senjata api rakitan selama 8 bulan. Sasaran pembelinya adalah masyarakat yang senang berburu di hutan.

“Sudah ada 8 pucuk senpi rakitan yang terjual. 5 pucuk di Kelay, sedangkan 3 pucuk lainnya di Segah. Serta tiga kali penjualan untuk amunisi ke wilayah Segah,” bebernya.

Kapolres Berau AKBP Anggoro Wicaksono mengatakan, senjata api rakitan sangat berbahaya digunakan, terutama untuk yang belum terlatih. Meski bukan digunakan untuk niat jahat, senjata api rakitan tetap berpotensi membahayakan nyawa pemiliknya maupun orang lain.

“Mayoritas senjata api ilegal yang dimiliki warga biasanya jenis penabur,” ujarnya.

Dikatakannya, senjata jenis ini tidak memerlukan ketepatan membidik sasaran, karena dalam satu selongsong peluru ada puluhan proyektil yang menyebar saat meledak sehingga berpotensi melukai banyak orang.

“Sistem mekanis senjata api rakitan berbeda dengan senjata organik, setiap senjata api organik memiliki pengaman (safety) agar tidak meletus secara tidak sengaja. Ini berbeda dengan senjata api rakitan yang bahannya saja tidak sesuai standar,” tandasnya.

Penulis: Sofi
Editor: MH Amal

LAINNYA
x