src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Sekretaris KPU Samarinda Uni Eka Wirawati, Komisioner KPU Dwi Haryono dan Nina Mawaddah dalam acara debat Pilkada. (foto: istimewa)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan perolehan hasil suara Pilkada Samarinda 2020 yang digelar Rabu 16 Desember 2020 berlangsung di Hotel Bumi Senyiur, Kota Samarinda. Rapat pleno ini hanya dihadiri tiga komisioner. Masing-masing Ketua KPU Firman Hidayat dan anggotanya Ihsan Hasani dan Nina Mawaddah.
Dua komisioner lainnya, Dwi Haryono dan Moh Najib plus Sekretaris KPU Samarinda Uni Eka Wirawati tidak ikut pleno karena terkonfirmasi positif COVID-19.
Firman Hidayat membenarkan kabar ini. “Jadi, hari ini Pak Najib, Komisioner KPU terkonfirmasi Positif COVID-19. Sebelumnya, ada Pak Dwi Haryono yang terkonfirmasi Positif COVID-19 dan Ibu Sekretaris,” ucapnya di sela-sela pelaksanaan acara pleno terbuka di Hotel Bumi Senyiur.
Moh. Najib memilih mengumumkan status terkonfirmasi positif COVID-19 di akun Facebook pribadinya, pada Rabu 16 Desember 2020. “Dengan ini, Saya, NAJIB – Anggota KPU Kota Samarinda mengumumkan bahwa Saya dinyatakan terkonfirmasi Positif COVID-19 sesuai hasil swab test, Selasa, 15 Desember 2020. (Hasilnya baru disampaikan siang tadi, sekira Pukul 14.00 WITA).
Saat ini, saya memutuskan menjalani isolasi mandiri dengan ketat, sesuai protokol kesehatan, Hal ini saya lakukan, setelah berkonsultasi dan mendapatkan advis kesehatan langsung dari Kepala DKK Samarinda dr. H. Ismet Kusasih, karena titik kritis 7-10 hari sejak gejala awal sudah saya lewati. dan sejak sepekan lalu, saya sudah bekerja dari rumah dan mengurangi kontak dengan orang banyak.
Kondisi fisik saya saat ini sehat, sudah tidak flu dan tidak batuk lagi, hanya sedang proses pemulihan selera makan, Intinya, saya yakin bisa sehat dan bisa sembuh atas izin Allah SWT dan tentunya doa teman-teman semua, khususnya yang kontak di facebook ini, agar saya diberi kesabaran, ketabahan dan keiklasan menjalani ikhtiar menuju kesembuhan. Bagi rekan-rekan yang merasa pernah berinteraksi langsung dengan saya, saya memohon maaf sebelumnya, meski tetap dengan protokol kesehatan, saya meminta untuk segera memeriksakan kesehatannya, dan memastikan tidak terpapar COVID-19,” tulis Najib di dinding akun Facebook pribadinya.
Disinggung soal kondisi Dwi Haryono, Firman mengungkapkan bahwa rekan sejawatnya tersebut sejak 4 hari lalu telah menjalani perawatan isolasi di rumah sakit karantina dengan keluhan awal batuk.
“Kondisinya untuk Pak Najib dan ibu Sekretaris dalam kondisi baik. Kecuali Pak Dwi yang saat ini menjalani perawatan karantina di rumah sakit, dan saat ini kondisinya bugar,” beber Firman
Dia menceritakan, Najib sejak sepekan lalu sempat mengeluhkan kondisinya yang tidak enak badan. Firman pun meminta agar rekannya itu untuk istirahat dan melakukan pemeriksaan.
“Kami bertiga tidak lengkap sejak seminggu lalu karena Pak Najib sudah merasa tidak nyaman sejak seminggu lalu. Dan langsung menjalani isolasi mandiri di rumah,” terang Firman.
Adapun Sekretaris KPU Uni Eka Wirawati telah lebih dulu melakukan isolasi mandiri sebelum hari penghitungan suara 9 Desember 2020. Dia merasakan demam ringan dan memutuskan untuk tidak masuk kerja.
“8 Desember 2020 …gejala demam hari pertama….sejak saat itu saya tidak pernah ke gudang logistik ataupun kantor kpu di juanda…berjuang dirumah melawan penyakit dengan minum obat dan vitamin serta jamu…alhamdulillah hari keempat demam hilang ..gejala lain yg tersisa hanya hilangnya indra penciuman dan kurang maksimal merasakan makanan…dihari ke 7 baru tergerak untuk swab…itupun nyetir sendiri ke klinik ibnu rusyd di ringroad…hari ke 8 hasil swab keluar positif….saat itu disupervisi via telp oleh kadinkes Kota Samarinda Bapak dr.Ismed …disampaikan panduan dan informasi bahwa dihari ke 8 sejak gejala pertama sudah tidak apa2 …sudah bisa beraktifitas tetapi karena swab baru aja dilakukan tetap isolasi dulu…..Saat ini kondisi saya baik2 saja begitupula dengan keluarga …memasuki hari ke 9 indera penciuman juga sudah berangsur pulih…tubuh sudah bisa beraktifitas..sisa menunggu surat keterangan sehat atau sembuh dari dinkes samarinda …” demikian unggahan Uni Eka di dinding Facebook pribadinya.
Berdasarkan komunikasi dengan Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Firman Hidayat menerima informasi bahwa kondisi kesehatan tiga rekannya membaik. Dan saat ini sudah dalam tahap pemulihan. Dirinya memastikan nantinya kepada tiga rekannya tersebut akan kembali dilakukan tes swab setelah 10 hari menjalani isolasi mandiri guna mengetahui hasil perkembangan kesehatan masing-masing.
Firman Hidayat menyebut akan melakukan swab untuk memastikan seluruh staf dan komisioner KPU lainnya dalam keadaan sehat. “Kami akan melakukan swab lagu untuk meyakinkan bahwa kita bekerja di kantor dalam suasana nyaman, aman dan sehat,” tegasnya.
Dirinya pun meminta dukungan dan doa dari seluruh pihak dan masyarakat Samarinda untuk kelancaran penyelesaian proses rekapitulasi surat suara. “Kami bertiga, saya, Ibu Nina dan Pak Ihsan hasil pemeriksaan kemarin negatif. Doakan agar kami sehat dan bisa merampungkan rekapitulasi surat suara,” harapnya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda Dr Ismed Kusasih saat dikonfirmasi terkait kabar ini tak bicara banyak dan mengaku tidak hafal identitas komisioner KPU yang terkonfirmasi positif COVID-19. “Iya, tapi nggak hafal saya detailnya,” ucapnya.
Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim