25.1 C
Samarinda
Thursday, December 1, 2022

Peringati Hari Pahlawan, SLB Negeri Pembina Provinsi Kaltim Berikan Hadiah Guru Berprestasi

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Provinsi Kaltim antusias memperingati Hari Pahlawan dengan cara berbeda, Kamis 10 November 2022.

Puluhan siswa siswi SLB Negeri Pembina Provinsi Kaltim mengikuti rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan yang dilaksanakan di halaman gedung utama. Diawali dengan upacara, menyanyikan lagu-lagu perjuangan Indonesia, penampilan treatrikal, aksi pantomin hingga pemberian hadiah kepada guru-guru SLB Negeri Pembina Provinsi Kaltim yang dinilai berprestasi.

Kepala Sekolah SLB Negeri Pembina Provinsi Kaltim Agus Prasetya menyampaikan, pada momentum peringatan Hari Pahlawan tahun ini memiliki makna yang sangat besar bagi seluruh pendidik dan siswa siswi di SLB Negeri Pembina Provinsi Kaltim. Sebab, para guru dan siswa harus bangkit dari situasi pandemi COVID-19 sehingga diperlukan semangat yang kuat untuk kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Dikatakannya, dengan memperingati Hari Pahlawan, maka dapat menumbuhkan dan mempertebal jiwa nasionalisme. Khususnya bagi guru dan siswa.

“Dengan peringatan ini dapat menumbuhkan dan mempertebal jiwa kepahlawanan. Makna tulus ikhlas bisa tumbuh pada anak-anak kita, karena mereka berasal dari berbagai keadaan, seperti ada yang tuna rungu, hiperaktif ataupun gangguan intelektual, ada yang tidak bisa melihat dan sebagainya. Kalau tidak didasari orang yang tidak punya kasih sayang dan semangat, maka hasilnya kurang maksimal,” ujarnya, ditemui usai kegiatan.

“Sejak awal ini harus diajarkan dengan melibatkan anak-anak untuk kegiatan yang dapat menumbuhkan rasa cinta pada bangsa dan semangat pahlawan. Agar mereka bisa belajar, semangat untuk bangkit dan bisa berjuang memikirkan masa depan,” sambungnya.

Agus menambahkan, pemberian hadiah kepada guru-guru dimaksudkan untuk memberikan apresiasi atas jasa-jasa yang telah diberikan.

“Kami memberikan hadiah ini sebagai bentuk penghargaan pada bapak ibu guru yang sudah berjuang, yang punya jiwa kepahlawanan meskipun tidak seberapa, tapi sudah layak berjuang mengantarkan anak-anak jadi yang terbaik di provinsi dan tingkat nasional,” tutupnya.

Penulis: Ningsih

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -