src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Perbaikan Jalan Benua Puhun-Rantau Hempang Dilakukan Swadaya

Perbaikan Jalan Benua Puhun-Rantau Hempang Dilakukan Swadaya

waktu baca 3 menit
Rabu, 8 Apr 2026 21:31 137 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Kerusakan jalan Benua Puhun-Teratak-Rantau Hempang semakin parah, sementara tidak ada kejelasan anggaran perbaikan dari Pemkab Kutai Kartanegara. Pemerintah Desa Benua Puhun Muara Kaman akhirnya berinisiatif melakukan perbaikan jalan secara swadaya.

‎”Demi mencegah kecelakaan warga, kami harus gerak cepat lakukan perbaikan jalan sesuai kemampuan kami,” ucap Kades Benua Puhun, Ardinansyah, Rabu 8 April 2026.

‎Perbaikan secara teknis berupa pengerasan jalan dilakukan swadaya dan gotong royong. Pemdes, BPD, RT dan warga terus berjibaku dan masih berlangsung hingga saat ini. Jika tidak segera diperbaiki, maka kesalahan akan dialamatkan ke Pemdes. ‎”Biasanya masyarakat menyalahkan Pemdes, padahal jalan tersebut berstatus jalan Kabupaten,” ucapnya.

Beban yang dihadapi masyarakat juga semakin berat. Jika hendak berobat atau ada ibu melahirkan yang butuh pertolongan bersalin, melewati jalan rusak tersebut sangat berisiko. Kondisi terburuk, pasien bisa meninggal dunia dalam perjalanan.‎”Bukan kali ini saja Pemdes melakukan perbaikan jalan secara swadaya,” ucapnya.

Kades H. Nan menyinggung sudah saatnya Pemkab ikut andil bertindak lakukan perbaikan dengan pengerasan permanen, seperti semenisasi dengan standar kekuatan tertentu.

‎”Kalau melewati jalan kami, tidak pakai mobil jenis double gardan pasti tidak bisa lewat, bisa nyangkut mobil dengan jalan tanah,” jelasnya.

‎H. Nan berharap perbaikan jalan tersebut menjadi skala prioritas Pemkab Kukar. Tidak harus keseluruhan, tapi tiap tahun dilakukan secara bertahap. ‎”Semoga Bupati Kukar diberikan kesehatan sehingga bisa memberikan kebijakan dan kewenangan kepada Dinas PU untuk perbaikan jalan kami. Sebagai bagian kepedulian terhadap masyarakat,” tegasnya.

USULAN DI MUSRENMBANG SELALU HILANG 

‎Camat Muara Kaman Nadi Baswan memastikan, usulan perbaikan jalan Benua Puhun-Teratak-Rantau Hempang selalu diusulkan tiap tahun di Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten. Namun, nasibnya selalu kandas.

‎”Diusulkan sejak lama, dan tiap tahun diusulkan di Musrenbang, tapi bergeser terus, tidak pernah masuk jadi program nyata pembangunan,” ucap Camat Nadi.

‎Tidak ada tanda-tanda akan ada program pembangunan jalan desa Muara Kaman Ilir, Muara Kaman Ulu, Rantau Hempang, Teratak dan Benua Puhun, melalui program kolaborasi dengan perusahaan dan koperasi sawit. Belum lagi jalan lainnya, seperti di Desa Sedulang hingga pesisirnya menuju Muar Bengkal Kutai Timur. ‎”Dalam waktu dekat, akan kita rapatkan dengan perusahaan,” terang Camat Nadi.

‎Dirinya tidak berani berspekulasi soal kenapa usulan perbaikan jalan Muara Kaman selalu hilang. Itu menjadi kewenangan Pemkab, apakah ingin memperbaiki atau tidak. ‎Di satu sisi, kerusakan jalan bisa disebabkan truk muatan sawit yang berkapasitas besar yang melintas. Dilarang juga tidak bisa karena usaha sawit turut membayar pajak. Masyarakat juga menggantungkan ekonomi dengan bekerja di sektor sawit. ‎”Di hulunya ada penumpukan kelapa sawit, pasti banyak yang melewati jalan tersebut,” jelas Camat.(Andri)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x