src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Perahu Nelayan Ditabrak Kapal Milik PT PNEP, 1 Orang Hilang

Perahu Nelayan Ditabrak Kapal Milik PT PNEP, 1 Orang Hilang

2 minutes reading
Tuesday, 26 Oct 2021 08:26 393 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Sekira pukul 20.20 WITA, Senin 25 Oktober 2021, terjadi kecelakaan air antara kapal milik PT PNEP Ct 1303 dengan perahu  nelayan di perairan Senipah Jetty PHM.

Akibatnya, seorang nelayan bernama Tudding, warga Senipah, Kukar hilang. Sedangkan nelayan lainnya, Hamzah (18) warga Dusun PAO, Kecamatan Tar Owang, Jeneponto, Sulawesi Selatan berhasil selamat. Saat ini, korban menjalani perawatan di RS Samboja.

Informasi yang dihimpun dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, laporan disampaikan oleh pihak PT PNEP atas nama Randi sekitar pukul 22.17 WITA, Senin 25 Oktober 2021.

Adapun kronologis kejadian, sekitar pukul 19.55 WITA, kapal Ct 1303 yang dinahkodai Kapten Bayanuddin keluar dari Jetty kapal krubut, bermaksud menuju peciko. Di atas kapal tersebut ada 2 kru lainnya, yakni Abdurrahman sebagai juru mudi dan Asdar sebagai Kepala Kamar Mesin.

Ketika itu, mereka melihat sebuah benda dengan jarak 10 hingga 15 meter di sekitar daerah SBM Marine Dalam.

Pukul 20.30 WITA, rupanya mereka baru menyadari bahwa benda yang dilihat tersebut adalah sebuah perahu nelayan. Seketika itu, nahkoda berupaya merubah haluan kapal untuk menghindari kapal nelayan tersebut. Awak kapal lainnya menahan laju kapal dengan menurunkan baket.

Naas, kapal tetap melaju dan “brakkkk”. Benturan keras terjadi. Seketika kapal nelayan yang ditumpangi Hamzah dan Tudding tenggelam. Sedang kapal Ct 1303 tetap bergerak dengan kecepatan 16 Knot.

Awak kapal Ct 1303 kala itu masih sempat melihat 2 orang nelayan terapung di laut. Mereka berupaya menyelamatkan kedua nelayan itu dengan melemparkan 2 buah pelampung ke arah nelayan malang itu.

Satu orang nelayan bernama Hamzah berhasil menggapai pelampung, sedangkan Tudding gagal meraih pelampung. Tubuhnya terseret arus hingga akhirnya tenggelam.

Tak berselang lama, 2 kapal nelayan lainnya datang untuk membantu melakukan pencarian. Namun upaya itu belum membuahkan hasil.

“Berbagai unsur SAR kita libatkan dalam pencarian korban, dari KPP Balikpapan, Polsek Senipah, PMI, PHM, BPBD Samboja, relawan dan masyarakat. Termasuk dari pihak perusahaan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Melkianus Kotta.

Penulis : Ningsih
Editor: MH Amal

LAINNYA
x