src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Penyebab Bayi Sering Cegukan yang Perlu Diketahui Orang Tua

Penyebab Bayi Sering Cegukan yang Perlu Diketahui Orang Tua

2 minutes reading
Wednesday, 14 Aug 2024 13:56 189 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Cegukan merupakan kondisi umum yang kerap dialami oleh bayi, ditandai dengan suara “hik” yang muncul secara mendadak. Fenomena ini terjadi karena pita suara yang tertutup tiba-tiba akibat kontraksi diafragma—otot yang memisahkan rongga dada dan rongga perut. Pada bayi dan anak-anak, cegukan sering kali dianggap sebagai hal yang normal dan tidak berbahaya. Namun, jika cegukan terjadi terlalu sering dan disertai dengan rewel atau gangguan makan, hal ini bisa menjadi perhatian bagi orang tua.

Menurut berbagai sumber yang dilansir tribratanews, terdapat beberapa faktor yang bisa memicu cegukan pada bayi, antara lain:

1. Terlalu Banyak Menangis

Menangis adalah salah satu penyebab utama cegukan pada bayi. Ketika bayi menangis, ia dapat menelan banyak udara tanpa sengaja. Udara yang masuk ke lambung ini bisa menyebabkan penumpukan gas yang menekan diafragma, memicu cegukan. Semakin lama bayi menangis, semakin besar kemungkinan ia mengalami cegukan.

2. Makan Terlalu Cepat

Selain menangis, bayi yang makan atau menyusu terlalu cepat juga berisiko mengalami cegukan. Saat bayi menelan makanan dengan cepat, udara juga ikut tertelan dan terperangkap di dalam lambung. Lambung yang mengembang karena udara ini kemudian menekan diafragma, memicu kontraksi yang menyebabkan cegukan.

3. Perubahan Suhu Makanan yang Mendadak

Mengonsumsi makanan dengan suhu yang berbeda dalam waktu singkat juga dapat memicu cegukan. Misalnya, ketika bayi mengonsumsi makanan hangat lalu segera minum susu dingin. Perubahan suhu yang tiba-tiba ini dapat mempengaruhi saraf yang mengatur kontraksi diafragma, yang kemudian memicu cegukan.

4. Asam Lambung Naik

Walaupun jarang, naiknya asam lambung ke kerongkongan juga dapat menjadi penyebab cegukan pada bayi, terutama jika cegukan berlangsung lama. Kerongkongan yang terhubung dengan diafragma dapat terpengaruh oleh naiknya asam lambung, yang memicu kontraksi dan menyebabkan cegukan. Jika cegukan ini diiringi dengan gejala seperti rewel, sering meliuk-liukkan punggung setelah makan, atau gumoh terus-menerus, orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Orang tua tidak perlu terlalu khawatir jika cegukan hanya terjadi sesekali dan tidak disertai gejala lain. Namun, jika cegukan terjadi terlalu sering atau berlangsung lama, terutama jika diiringi dengan gangguan lain seperti kesulitan makan atau rewel yang berlebihan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Artikel Asli baca di Tribratanews

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x