Beranda BUMI ETAM Penerbangan Kembali Dibuka, Waspada Penularan Covid-19

Penerbangan Kembali Dibuka, Waspada Penularan Covid-19

tentang Pengaturan penyelenggaraan Transportasi Udara selama masa dilarang mudik Idul Fitri 1441 Hijriah
ilustrasi mudik
Advertisement

Headlinekaltim.co, Samarinda – Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan surat edaran tentang Pengaturan penyelenggaraan Transportasi Udara selama masa dilarang mudik Idul Fitri 1441 Hijriah.Dimana penerbangan untuk domestik dibuka kembali dengan persyaratan dan terbatas.

Salah satu yang menjadi syarat saat pembelian tiket penumpang wajib mencantumkan surat keterangan rapid test dari rumah sakit atau syarat bebas covid-19. Lalu, apa kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak menanggapi dibukanya kembali penerbangan domestik?

Dia mengatakan, selama terjadi pergerakan manusia dari satu daerah ke daerah lain maka potensi penularan covid-19 akan terhadi. Karena virus itu hanya bisa pindah karena dibawa seseorang yang telah tertular.

Advertisement

“Perlu dipahami bahwa virus ini menyebar seiring dengan terjadinya perpindahan orang, karena virus ini ada di dalam diri manusia selama orang itu tidak melakukan perpindahan, maka virus itu tidak akan berpindah, itu prinsipnya,” ujarnya

Apalagi pergerakan orang antar wilayah, seperti dari Jakarta maupun dari Pulau Jawa yang jumlah kasus covid-19 sangat tinggi. Meskipun protokol kesehatan diterapkan, tetap saja potensi penurannnya bisa terjadi.

“Jadi selama ada perpindahan orang, baik baik itu antar kota, apalagi antar wilayah maka potensi penularan itu juga tetap akan terjadi, meskip[un beberapa protokol yang dilakukan terkait dengan pemeriksaan ini sudah dilakukan,” ujarnya.

Termasuk kata dia, dengan syarat menunjukkan surat hasil rapid test yang menunjukkan negatif. Karena rapid test, hanya metode skrining awal untuk mendeteksi antibody. Bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa covid-19. Karena untuk memastikan seorang positif atau negatif covid-19 hanya melalui PCR.

“Kalau metode pemeriksaannya rapid test kemungkinan itu bisa saja mereka kemungkinan negatif, tapi negatif palsu artinya bahwa ini nanti kalau terjadi sumber-sumber penularan tanpa bisa kita hindari, apabila ini masih dibuka,” ujarnya. Sumber inibalikpapan.com

Komentar
Advertisement