src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pemprov Kaltim Prioritaskan Guru dan Tenaga Medis dalam Program Gratispol UKT Gratis

Pemprov Kaltim Prioritaskan Guru dan Tenaga Medis dalam Program Gratispol UKT Gratis

waktu baca 2 menit
Jumat, 24 Jul 2026 18:05 31 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Program Gratispol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menempatkan tenaga pendidik, dan tenaga kesehatan sebagai prioritas penerima pembiayaan uang kuliah tunggal (UKT).

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur yang telah disampaikan berulang kali. Program ini dirancang untuk meringankan beban biaya pendidikan, terutama bagi profesi yang dinilai memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. “Menindak lanjuti guru-guru seperti biasa, kami punya program Gratispol. Pak Gubernur sudah sampaikan berkali-kali, dan kita utamakan untuk guru dan tenaga pendidik, serta perawat, kedokteran, medis,” ujarnya, Jum’at 24 Juli 2026.

Pemerintah memberikan perhatian kepada para guru dan tenaga pendidik agar mereka tidak lagi kesulitan mencari biaya pendidikan. Seluruh skema pembiayaan telah disiapkan, khususnya bagi mereka yang menempuh pendidikan di wilayah Kalimantan Timur.

Tak hanya itu, dukungan juga diberikan kepada tenaga pendidik yang menempuh pendidikan di luar daerah. Selama mereka berprofesi sebagai guru atau tenaga pendidik dan memiliki komitmen untuk kembali mengabdi di Kalimantan Timur, bantuan UKT tetap akan diberikan.“Bahkan untuk yang di luar Kaltim, selama dia tenaga pendidik dan guru, tetap kita akan berikan UKT secara gratis,” kata Seno.

Selain sektor pendidikan, tenaga kesehatan seperti perawat, mahasiswa kedokteran, dan bidang medis lainnya juga masuk dalam prioritas program tersebut. Pemerintah berharap, melalui kebijakan ini, kebutuhan tenaga profesional di Kalimantan Timur dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Untuk mendukung program ini, Pemprov Kaltim telah menyiapkan anggaran yang cukup besar. Pada tahun ini, total anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Dana tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi tenaga pendidik dan medis, tetapi juga untuk seluruh pelajar dan mahasiswa asal Kalimantan Timur.

Meski demikian, Seno Aji menegaskan bahwa kelompok tenaga pendidik dan tenaga medis tetap menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan tersebut, baik yang menempuh pendidikan di dalam maupun di luar daerah. “Kuota kita tahun ini kurang lebih sekitar Rp1,3 triliun, dan itu akan kita berikan ke anak-anak Kaltim, tapi untuk guru, tenaga pendidik, dan medis tetap kita utamakan, selama mereka kembali ke Kaltim,” demikian Seno Aji. (Retno)

LAINNYA
x