24.9 C
Samarinda
Monday, October 18, 2021

Pembangunan RS Mata Dimulai, Ini Spesifikasinya

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pada Jumat 24 September 2021, Gubernur Kaltim Isran Noor melakukan peletakan batu pertama pembangunan RS Mata Provinsi Kaltim di Jalan M Yamin, Gn Kelua, Samarinda.

Untuk profil proyek pengerjaan RS Mata Provinsi Kaltim, pada tahap pra pembangunannya dikerjakan oleh CV Widya Aika dengan nilai kontrak Rp 378.185.000.

Tahap DED pembangunan gedung digarap oleh konsultan perencana PT Intimulya dengan KSO Multikencana PT Arcsindo Karya Utama. Nilai kontrak Rp 17.717.700.000 yang juga merupakan nilai pembangunan fisik tahap 1 tahun 2021.

Sementara untuk pengawasan pembangunan gedung dikerjakan oleh PT Geomap Consultant International dengan nilai kontrak Rp 861.135.000. Total nilai pembangunan full scope Rp 80 miliar.

Rumah sakit tersebut akan dibangun di lahan seluas 5.327 meter persegi, dengan spesifikasi 6 lantai. Luas bangunan 5.924 meter persegi dengan 36 tempat tidur dan tempat parkir yang dapat menampung 30 unit mobil dan 47 unit motor.

“Fungsi lantai 1 sebagai IGD, Labolatorium, Radiologi, Farmasi dan Utilitas. Lantai 2 untuk rawat jalan, rehabilitasi medik dan sarana penunjang medik, laundry, gizi dan CSSD. Lantai 3 untuk ruang LASIK dan ruang Operasi. Lantai 4 untuk rawat inap, lantai 5 sebagai office Management dan lantai 6 sebagai roof garden,” terang Kepala Dinas PUPR Provinsi Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda saat menyampaikan laporannya di hadapan Gubernur Kaltim.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengatakan rumah sakit menjadi hal yang dibutuhkan saat ini. Bahkan, sejak 2 tahun lalu, Pemprov Kaltim telah membuat program multiyears untuk peningkatan dan pembangunan rumah sakit.

“Tapi apa boleh buat, tidak jalan. Tapi, intinya rumah sakit ini kondisinya sekarang dan nanti, sangat diperlukan hingga seterusnya. Apalagi Menkes kemarin bilang bahwa paling cepat pandemik COVID-19 usai dalam 5 tahun. Bisa dibayangkan kita melakukan pembelajaran adaptasi dengan COVID, kalau benar itu terjadi 5 tahun ke depan, maka ruang gerak kita semua masih dibatasi. Paling tidak kita harus Prokes,” katanya.

Menurutnya, RS Mata yang digarap swasta di Samarinda saat ini kewalahan menghadapi banyaknya pasien. “RS Mata itu kewalahan karena terlalu banyak pasiennya. Tapi itu kan swasta ya,” ujarnya.

“Insyaallah 2 tahun ke depan selesai. Sudah ada ketentuannya untuk pelayanan, nanti mana yang punya kemampuan dan yang tidak, kan sudah ada. Ada BPJS untuk menanggung atau memberikan jaminan pada masyarakat yang tidak mampu,” sambungnya.

Direktur RS Mata Provinsi Kaltim Shanty Shintessa mengatakan, tenaga dokter akan direkrut dari Kaltim.

“Dari Unmul. Dokter yang sudah siap 3 sementara. Biasanya kita hitung dari jumlah pasien, kemampuan satu orang dokter berapa untuk menangani pasien. Terus terang kami kami baru terbentuk di tahun 2020 dengan kondisi pandemi sehingga jumlah itu belum bisa kita tentukan secara pasti. Dengan 3 orang, kami sudah bisa meng-cover yang ada dulu,” katanya.

Penulis: Ningsih

Editor: MH Amal

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU