src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Alimuddin. (ist) HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Investor pembangunan kerata api di Kalimantan Timur (Kaltim) Russian Railways mengundurkan diri. Surat pernyataan itu disampaikan langsung pihak Rusia ke pemerintah pusat pada 2020 lalu.
Jadi, rencana pembangunan rel kereta api sepanjang 203 kilometer (Km) yang melintasi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Barat dan Balikpapan, pun batal.
Diketahui nilai investasi pada proyek yang dikelola PT Kereta Api Borneo cukup besar, yakni Rp53,3 triliun. Selain itu, Russian Railways melalui PT Kereta Api Borneo telah membebaskan lahan seluas 70 hektare di Kawasan Industri Buluminung (KIB), Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam untuk pembangunan stasiun kereta api.
“Pihak PT Kereta Api Borneo sudah bertemu dengan kami baru-baru ini. Mereka menyampaikan akan tetap berinvestasi di PPU. Tetapi, bukan kereta api, namun rencana bisnis lain,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PPU Alimuddin, Rabu 2 Maret 2022.
Terkait investasi apa yang akan dilakukan PT. Kereta Api Borneo, Alimuddin mengaku belum mengetahui secara detail rencana bisnis yang akan dijalankan di PPU nantinya.
“Jenis bisnisnya kami belum tahu. Karena, pada saat itu mereka hanya menyampaikan bahwa rencana berinvestasi di PPU tetap akan dilanjutkan, dan rencana pembangunan rel kereta api dievaluasi” pungkasnya.
Penulis: Teguh