29.7 C
Samarinda
Wednesday, February 21, 2024

Pandemi, Konsumsi BBM di Kaltim Turun 35 Persen Sepanjang 2020

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA –  Executive General Manager PT Pertamina (Persero) Region Kalimantan Freddy Anwar mengungkapkan sepanjang tahun 2020, konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan di Kalimantan Timur (Kaltim) turun 35 persen.

Hal ini berdampak langsung turunnya  Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari setoran Pertamina. “Sekarang ini sampai September tahun 2020 sudah di angka RP 700 miliar (setoran Pertamina untuk PAD). Mestinya kalau nggak COVID-19, lebih tinggi lagi,” ujar Freddy, Rabu 21 Oktober 2020.

Freddy berharap pandemi COVID-19 dapat ditangani dan konsumsi BBM kembali meningkat. “Sehingga tahun 2021, konsumsi BBM naik lagi,” katanya.

PT Pertamina berkontribusi bagi pendapatan Kalimantan Timur sebesar Rp 700 miliar dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 7,5 persen dari setiap pembelian BBM.

Executive General Manager Pertamina Region Kalimantan Freddy bersama Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor juga telah menandatangani kesepakatan bersama antara Pertamina dan Pemprov Kaltim mengenai Rekonsiliasi Data Pajak Kendaraan Bermotor di Provinsi Kalimantan Timur di Hotel Mercure Kota Samarinda 21 Oktober.

Freddy menjelaskan bahwa inisiasi Pertamina untuk menggandeng Pemerintah Provinsi Kaltim  dalam membuat kesepakatan bersama datang dari surat yang dilayangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia No  B/2904/KSP.00/10-16/06/2020 perihal Koordinasi Terkait Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB).

Pertamina diminta untuk melakukan sinkronisasi data secara transparan dan terpadu kepada pemerintah daerah di wilayah masing-masing.  Freddy mengungkapkan bahwa maksud dari kesepakatan bersama ini guna memonitoring dan evaluasi serta pengawasan atas upaya optimalisasi pendapatan daerah Provinsi Kalimantan Timur terhadap PBB-KB.

Penulis: Amin

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -