23.2 C
Samarinda
Saturday, June 25, 2022

OVO Tegaskan Tak Terkait Perusahaan yang Izinnya Dicabut OJK

HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA– Harumi Supit- Head of Public Relations OVO- menegaskan, perusahaannya tidak punya kaitan apapun dengan OFI (OVO Finance Indonesia), perusahaan multi finance yang perizinannya dicabut Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“OFI tidak ada kaitan sama sekali dan tidak pernah menjadi bagian dari kelompok perusahaan uang elektronik OVO (PT Visionet Internasional) yang mendapatkan izin resmi dari Bank Indonesia,” katanya dalam  siaran pers yang diterima media ini, Rabu 10 November 2021.

Hanya saja, kata dia, sejak awal pendiriannya OFI juga menggunakan nama “OVO”. Jadi, pencabutan izin OFI oleh OJK tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan semua lini bisnis di kelompok usaha uang elektronik OVO.

“Semua operasional dan layanan uang elektronik OVO dan perusahaan-perusahaan di bawah OVO Group berlangsung seperti biasa, normal, dan tidak ada masalah sama sekali,” tegasnya.

Seperti diketahui, OVO sebagai platform digital pembayaran dan layanan keuangan di Indonesia memiliki visi meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan melalui produk dan layanan yang nyaman, aman dan terjangkau. OVO Merangkul lebih dari 1 juta merchant QRIS di 430+ kota dan kabupaten.

Aplikasi OVO dapat digunakan untuk mengakses pembayaran, transfer, top up dan tarik dana, serta layanan asuransi, investasi dan pinjaman di seluruh nusantara.

Dikutip dari liputan6.com, Izin Usaha PT OVO Finance Indonesia (OFI) yang merupakan perusahaan pembiayaan resmi dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pencabutan ini tertuang dalam KEP110/D.05/2021 OJK tertanggal 19 Oktober 2021. “Pencabutan izin usaha OFI dilakukan karena perusahaan mengembalikan izin usaha atas dasar keputusan pemilik perusahaan karena pertimbangan faktor eksternal dan internal Perusahaan,” kata Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot kepada wartawan, Rabu 10 November 2021.

Sekar juga menegaskan, OVO Finance Indonesia berbeda dengan platform OVO (PT Visionet Internasional) yang merupakan penyelenggara uang elektronik di bawah pengawasan Bank Indonesia. (*)

Editor: MH Amal

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU