src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Teks : Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun ditemani oleh pihak kepolisian dan TNI saat melakukan sidak ke lokasi penambangan batu bara di Sangasanga (foto: Istimewa) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun menyoroti aktivitas penambangan batu bara yang masuk wilayah kerja PT Pertamina Sangasanga.
Menurutnya, dengan aktivitas penambahan tersebut akan mencederai aset vital nasional. Tak hanya itu saja, dampak lain dari aktivitas pertambangan ini juga meresahkan masyarakat sekitar, lantaran banjir kerap melanda.
“Di sana banyak objek vital nasional yang harus kita lindungi. Pertamina juga punya kepentingan melindungi asetnya. Ini yang jadi masalah,” ujarnya, baru-baru ini.
Politisi dari partai PDIP ini menyebut, pola penambangan yang dilakukan tidak sesuai justru akan membawa musibah, bagi lingkungan dan masyarakat.
“Polanya tidak benar, karena di atas gunung ditambang, di bawahnya tidak ada banper, akibatnya material tambang langsung turun ke pemukiman warga. Itu yang dikeluhkan pada kami dan sudah kami lakukan sidak ke sana
Hasilnya memang benar terjadi,” ungkap Samsun.
“Utamanya di RT 2 dan RT 5 Sangasanga, ini yang terparah. Lahannya sudah tertutup pasir, warga tidak bisa bercocok tanam. Kalau kita biarkan, bisa semakin parah,” timpalnya.
Samsun berharap, pemerintah dapat bersikap tegas terkait masalah pertambangan ini.
“Saya berharap, penambangan ini ditertibkan, supaya tidak terjadi dampak yang serius terhadap alam, kasian masyarakat dihantui banjir dan longsor. Kita juga minta seluruh stekholder dan pemangku kebijakan untuk segera melakukan tindakan. Izin memang ditarik ke pusat, tapi yang terdampak ini lokal,” imbuhnya. (Advetorial)
Penulis : Ningsih