src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Proses evakuasi jasad korban. (foto: sofi/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNGREDEB – Warga Kelurahan Gayam digegerkan dengan ditemukannya seorang pemuda berinisial A (21) yang tewas dalam kondisi jasad tergantung di kamar lantai 2 rumahnya di Jalan Milono, Kelurahan Gayam, Tanjung Redeb, pada Senin 15 Maret 2021, pukul 15.15 WITA.
Lurah Gayam, Iskandar Zulkarnain, menyebut korban berinisial A (21). Korban pertama kali ditemukan oleh kakeknya. Si kakek hendak mengajak cucunya salat ashar di masjid.
“Tadi malam korban masih mengumandangkan azan subuh di masjid. Sejak selesai salat subuh itu korban tidak ada lagi keluar kamar sama sekali. Saat ditemukan, tubuh korban sudah dalam posisi menggantung,” ungkapnya.
Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo melalui Paur Humas Iptu Suradi menuturkan, pihaknya mendapat laporan peristiwa penemuan mayat pada 15.30 WITA. Polisi segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Dari hasil olah TKP, korban diduga mengalami masalah pribadi hingga akhirnya nekat bunuh diri,” ucapnya.
Beberapa barang bukti yang ada di lokasi turut diamankan pihak kepolisian. Yakni tali nilon, kartu tanda pengenal korban dan HP milik korban. “Juga sepucuk surat pesan terakhir dari korban,” ujarnya.
Surat tersebut, beber Suradi, berisi tentang permintaan maaf korban kepada seseorang karena dirinya tidak bisa menepati janji. “Korban dalam suratnya mengatakan jangan menyalahkan siapa-siapa. Ia juga menyebut kalau (bunuh diri) itu udah jadi keputusan terakhir korban,” ungkapnya.
Dari isi surat tersebut muncul dugaan korban nekat mengakhiri hidupnya karena masalah asmara. Karena lokasi berada di dalam gang sempit, jasad A baru bisa dievakuasi oleh Tim Satgas COVID-19 Berau pada 17.45 WITA ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Rivai untuk dilakukan visum.
Penulis: Sofi
Editor: MH Amal
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan untuk menginspirasi bunuh diri. Jika anda mengalami depresi berat, cobalah mencari bantuan kepada ahli.