src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Foto : RSUD Aji Muhammad Idris Muara Badak.(sumber : Istimewa)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – RSUD Aji Muhammad Idris Muara Badak kini sedang dalam tahap pengisian sumber daya manusia (SDM). Mulai dokter, perawat dan tenaga penunjang layanan kesehatan. ”Saat ini masuk tes kompetensi calon dokter, Nakes serta tenaga penunjang RSUD,” ucap Kabid Layanan Kesehatan Dinkes Kukar, dr Waode Nuraida, Jum’at 27 Maret 2026.
Setelah tes kompetensi selesai, peserta akan masuk tahapan wawancara. Selanjutnya tinggal menunggu pengumuman kelulusan pada 8 April nanti. Meskipun SDM dan sarana pendukung sudah tersedia, tidak serta merta RSUD langsung beroperasi. Sebab, masih ada tahapan lain yang harus dipenuhi. Masih mengurus izin operasional dan penetapan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)-nya,” ungkapnya.
Status BLUD sangat penting guna menuju RSUD yang mandiri. Setelah itu, mengurus proses akreditasi. Akreditasi adalah syarat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. ”Kalau RS belum akreditasi, tidak bisa kerja sama dengan BPJS kesehatan,” ungkapnya.
Kerja sama dengan BPJS Kesehatan, tambah Waode, sangat penting guna mendukung program kepala daerah yakni berobat gratis hanya dengan KTP. Pemkab Kukar ingin warganya tercatat sebagai pesertja jaminan kesehatan pemerintah, baik yang dibantu pemerintah pusat dan daerah, mandiri serta tanggungan perusahaan.
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin sangat bersemangat agar RSUD Aji Muhammad Idris Muara Badak cepat beroperasi. Ini demi mengurai persoalan kesehatan masyarakat di daerah pesisir. Letak RSUD berada di poros Muara Badak-Marang Kayu, tepatnya di Desa Tanjung Limau.
Selama belum ada rumah sakit, masyarakat Muara Badak harus berobat ke Samarinda. Sedangkan masyarakat Marang Kayu, ada yang berobat hingga ke kota Bontang karena jarak lebih dekat. ”Harapan saya cepat beroperasi RSUD Muara Badak,” harap Wabup Rendi.
Guna mempercepat beroperasinya RSUD milik pemkab itu, Bupati Aulia Rahman Basri bersama Wabup Rendi Solihin, dan Sekda Sunggono pada Februari 2026 lalu telah mendatangi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi(PAN-RB). Mereka berkonsultasi terkait penempatan ASN, redistribusi ASN, serta insentif bagi pegawai yang mau bertugas di RSUD Muara Badak.
Sumber Dinkes Kukar menyebutkan kebutuhan tenaga medis, tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang sedang diseleksi sebanyak 109 orang dengan standar kebutuhan dokter, perawat dan bidan yang bersertifikat. Total tenaga SDM yang akan bertugas di RS Tipe C tersebut sebanyak 364 orang. (Andri)