src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Masyarakat Adat Paser Harap Pembangunan IKN Nusantara Tidak Melupakan Kearifan Lokal

Masyarakat Adat Paser Harap Pembangunan IKN Nusantara Tidak Melupakan Kearifan Lokal

waktu baca 2 menit
Kamis, 21 Apr 2022 22:32 557 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang dibangun di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara mengusung konsep forest city.

Karena itu, Ketua Adat Dayak Paser PPU Fadliansyah meminta agar nantinya pembangunan IKN diharapkan tidak melupakan unsur adat adat dan budaya yang ada di Kaltim, khususnya adat dan budaya suku Dayak Paser.

“Dari awal pembangunan IKN, semua elemen adat sudah menyuarakan tentang kearifan lokal. Nah, Kalau Bappenas ingin memasukkan elemen kearifan lokal dalam pembangunan IKN, tentu kita dukung dan ini sangat kita respon positif ,” kata Fadliansyah, Kamis 21 April 2022.

Fadliansyah mengatakan, kearifan lokal diharapkan dapat dituangkan dalam bentuk fisik maupun nonfisik. Pembangunan kantor lembaga negara maupun fasilitas publik lainnya diharapkan ada corak khas Kaltim.

“Tidak harus semua, minimal ada di bagian kecil setiap bangunan atau ruangan. Bisa ukiran atau mandau yang ditaruh di ruangan Presiden, dan kita juga punya Mas Togok yang berupa fisik,” terangnya

Sedangkan untuk nonfisik, lanjut dia, budaya lokal harus mendapatkan dukungan penuh oleh pemerintah agar tidak tergerus oleh perkembangan ibu kota nantinya.

“Kami juga tidak memunculkan ego. Karena IKN ini representatif seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia, tetapi karena hal ini tidak ada di dalam undang-undang tentang IKN, maka kami tetap meminta bahwa setiap bagunan ada corak khas Kalimantan,” ujarnya.

Fadliansyah pun meyakini jika urusan kebudayaan lokal ini mendapat perhatian pemerintah pusat dalam hal ini badan otorita. “Otorita IKN harus memperhatikan itu, minimal ada dibuatkan sarana dan prasarana untuk sanggar seni dan budaya. Selain itu, para pemangku adat dan budaya juga harus proaktif membuat progam yang lebih produktif agar eksistensi adat dan budaya lokal terus lestari,” ungkapnya.

Dia juga meminta Otorita IKN Nusantara dapat membuat program untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) masyarakat di PPU sesegera mungkin. “Dalam struktur Otorita IKN harusnya ada tokoh masyarakat Kaltim. Supaya ada jembatan komunikasi bagi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Teguh

Editor: MH Amal

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x