src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Sosialisasasi wawasan kebangsaan oleh Badan Kesbangpol Kukar di Samboja Barat. (Andri/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar kegiatan bela negara dan karakter kebangsaan di Kecamatan Samboja Barat pada Senin, 22 Juli 2024. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti, serta Ketua Jejaring Panca Mandala (JPM) Kukar, Erwinsyah.
Dalam sambutannya, Rinda memberikan sinyal bahwa sosialisasi wawasan kebangsaan (Soswasbang) ini mungkin menjadi yang terakhir dilakukan oleh tim Kesbangpol di wilayah tersebut. “Apakah ini menjadi Soswasbang terakhir? Kalau Samboja Barat sudah menjadi wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan lepas dari Kukar,” katanya.
Rinda juga menyoroti pentingnya peningkatan wawasan kebangsaan di kalangan pemuda Kukar yang populasinya mencapai lebih dari 788 ribu jiwa. Menurutnya, minimnya wawasan kebangsaan di kalangan anak muda menjadi salah satu penyebab beberapa peserta tidak lolos seleksi Paskibraka Kukar. “Gugurnya saat uji wawasan kebangsaan,” tambahnya.
Bela negara, menurut Rinda, adalah tekad dan perilaku warga negara, baik secara individu maupun kolektif yang bertujuan menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Terkadang kepentingan negara yang satu dengan negara yang lainnya saling berbenturan,” ujarnya.
Rinda juga mengoreksi persepsi yang salah di masyarakat tentang bela negara. Menurutnya, banyak yang beranggapan bahwa bela negara hanya merupakan tugas dan kewajiban Tentara Nasional Indonesia (TNI), padahal tugas tersebut adalah kewajiban seluruh rakyat Indonesia. “Seluruh warga negara, termasuk lembaga negara dan kemasyarakatan, pengurus dan anggota Parpol juga wajib bela negara,” pungkasnya.
Camat Samboja Barat, Burhanuddin, menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan Soswasbang di daerahnya yang sudah masuk dalam wilayah IKN. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak besar bagi warga Samboja Barat. “Organisasi di Samboja Barat sudah sangat lengkap, sisa Muhammadiyah dan KNPI belum terbentuk di sini. Semoga Soswasbang berdampak besar bagi warga kami,” harap Burhanuddin.(Andri)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim