src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi. Jahe bermanfaat sebagai obat penurun gula darah alami. (iStockphoto/pilipphoto) HEADLINEKALTIM.CO – Menjaga kadar gula darah tetap stabil adalah kunci untuk hidup sehat, terutama bagi penderita diabetes. Tidak hanya jahe, ada sederet pangan alami yang bisa digunakan sebagaiHea. Mengatur pola makan dengan memasukkan bahan-bahan alami ini dapat membantu mengontrol diabetes secara efektif.
Gula diperlukan tubuh untuk memproduksi energi. Namun saat kadarnya terlalu banyak atau terjadi hiperglikemia, bisa membawa dampak buruk buat kesehatan. Kadar gula darah tinggi biasanya menunjukkan sejumlah gejala seperti rasa haus luar biasa, kencing lebih sering, sakit kepala, dan penglihatan kurang jelas. Menjaga kadar gula darah stabil penting untuk mencegah komplikasi serius.
Jahe telah dikenal sebagai salah satu rempah yang efektif menurunkan gula darah. Menurut riset, jahe dapat membantu mengatur respons insulin pada orang dengan diabetes. Melansir dari Healthline, sebuah studi pada hewan di tahun 2014 menemukan bahwa campuran kayu manis dan jahe dapat menurunkan gula darah, berat badan, dan massa lemak pada tikus yang obesitas. Selain itu, riset pada 2015 membuktikan bahwa suplemen jahe bubuk dapat mengatur gula darah puasa pada partisipan. Manfaat ini bisa diperoleh jika jahe dikonsumsi dalam moderasi, sekitar 4 gram per hari.
Kayu manis mampu mengontrol diabetes dan mengurangi kadar gula dalam darah dengan memicu aktivitas insulin. Menurut riset dari Times of India, kayu manis membantu mengurangi stres oksidatif yang berperan penting dalam menurunkan kadar gula pada kasus diabetes tipe 2. Anda dapat mencampurkan setengah sendok teh bubuk kayu manis dalam secangkir air hangat dan diminum setiap hari. Bubuk kayu manis juga dapat ditambahkan dalam berbagai minuman, smoothie, atau dessert.
Kacang-kacangan serta pangan kaya serat larut dapat menurunkan kadar gula darah. Serat adalah jenis karbohidrat yang tidak dipecah dan diserap ke dalam aliran darah, sehingga tidak akan menaikkan kadar gula darah. Memasukkan serat larut dalam diet harian membantu mencegah lonjakan gula darah setelah makan. Selain kacang-kacangan, sumber serat larut alami lainnya termasuk lentil, polong-polongan, pisang, oatmeal, dan kubis Brussels.
Mengganti nasi putih dengan nasi merah yang mengandung karbohidrat kompleks dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Melansir dari Healthy, ulasan terhadap lebih dari 80 penelitian menyimpulkan bahwa biji-bijian utuh mampu menurunkan kadar gula darah setelah makan dibandingkan dengan biji-bijian olahan. Biji-bijian utuh lainnya yang bisa dikonsumsi termasuk soba, gandum utuh, sorgum, dan jelai (millet).
Alpukat penuh dengan nutrisi seperti lemak sehat, mineral, vitamin, antioksidan, dan serat. Seperti jahe, alpukat juga mampu mengatur kadar gula dalam darah. Studi pada tahun 2018 terhadap 31 orang yang overweight atau obesitas membandingkan tiga makanan dengan kalori yang sama, yaitu pangan tanpa alpukat, setengah alpukat, dan satu alpukat utuh. Hasilnya, pangan dengan setengah atau satu buah alpukat utuh mengurangi kadar gula darah setelah makan dibandingkan menu tanpa alpukat.
Tayang cnnindonesia.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim