23.9 C
Samarinda
Sunday, May 16, 2021

Kukar Tambah Dua Kecamatan, Ini Tanggapan KPU dan Polres Kukar

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Kabupaten Kutai Kartanegara kini memiliki 20 kecamatan. Bertambah dua kecamatan baru, Samboja Barat dan Kota Bangun Darat. Sebelumnya hanya 18 kecamatan.

Terkait penambahan kecamatan ini, tentunya akan berdampak komposisi daerah pemilihan untuk Pemilu 2024. Namun, KPU Kukar mengaku belum membahas sama sekali terkait penataan Dapil terkait pertambahan dua kecamatan baru tersebut.

“Kita sudah mengetahui, Kukar ada tambahan dua kecamatan baru, ” ucap Ketua KPU Kukar, Purnomo, Selasa 4 Mei 2021 di kantornya.

Dia menyebut, untuk melakukan penataan ulang dapil, ada berbagai pertimbangan bagi KPU, seperti luas wilayah hingga total jumlah penduduk. Selain itu, kewenangan tersebut ada di level tertinggi.

“Kan juga belum ada arahan¬† dari KPU Pusat dan Provinsi, terkait penanganan persiapan pemilu di kecamatan Samboja Darat dan Kota Bangun Darat, ” ucap Purnomo.

Sebelumnya, Asisten I Setkab Kukar Akhmad Taufik Hidayat memastikan Kukar sudah punya kecamatan baru, yaitu Samboja Barat dan Kota Bangun Darat. “Desa Tani Bhakti disiapkan menjadi ibu kota Kecamatan Samboja Barat. Sedangkan calon ibu kota Kecamatan Kota Bangun Darat adalah Desa Kedang Ipil, ” ucap Taufik.

Baca Juga  Prostitusi Online Menonjol, Polres Kukar Selesaikan 371 Kasus Sepanjang 2020

Menurutnya, nomor daerah dua kecamatan tersebut sudah keluar dari Kemendagri. Pemkab Kukar sedang mempersiapkan penunjukan camat dan ASN yang akan bertugas. “Tahun ini, kantor meminjam fasilitas desa terlebih dahulu, tahun 2022 baru merencanakan pembangunan kantor camat yang representatif, ” jelasnya.

Baca Juga  Enam Pegawai Disdukcapil Kukar Terpapar COVID-19,¬†Layanan Tetap Jalan

Kapolres Kukar AKBP Irwan Masulin Ginting juga mengaku belum bisa berbicara banyak terkait pemekaran Polsek yang disiapkan untuk Kota Bangun Darat dan Samboja Barat.

“Tapi kami sudah mulai merancang strategi pengamanan di dua kecamatan tersebut, agar tidak terjadi gesekan dan munculnya potensi konflik antar masyarakat, ” jelasnya.

Ketua Komisi III DPRD Kukar Andi Faisal menyarankan agar Pemkab Kukar intens berkomunikasi dengan DPRD untuk membahas persiapan pembangunan di dua kecamatan baru. “Sampai saat ini, Pemkab Kukar belum lakukan komunikasi ke kami di DPRD,” ucapnya.

Penulis: Andri
Editor: MH Amal

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar