src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Peninjauan Wabup Rendi ke pabrik pengolahan kratom di Tenggarong Seberang.(sumber : Istimewa)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Pengembangan tanaman kedemba atau kratom mulai dilirik di Kukar. Krato bisa menjadi sumber pendapatan ekonomi yang besar. Meskipun tanaman ini menjadi kontroversi dan sempat dilarang, kini pabrik pengolahan sudah hadir di Kecamatan Tenggarong Seberang.
”Saya sudah melihat secara langsung pabrik olahan kratom PT DJP Botanical Indonesia di Desa Bangun Rejo Tenggarong Seberang,” ucap Wabup Rendi Solihin, Senin 30 Maret 2026.
Potensi krato di Kukar sangat menjanjikan. Sekitar 300 ton diekspor ke beberapa negara, seperti Thailand, Filipina dan Inggris. Regulasi ekspor komoditi ini melalui Kemendag Nomor 20-21 tahun 2024. ”Nanti akan diperkuat lagi melalui peraturan daerah (Perda), akan kita sinkronkan dengan DPRD Kukar,” ucapnya.
Potensi kratom terbesar ada di wilayah hulu, dari Kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, Kenohan, Kembang Janggut dan Muara Muntai. Tanaman ini tumbuh di sepanjang tepi sungai Mahakam.
Rendi menyebut, Pemkab akan konsentrasi pengembangan kratom untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah menurunnya transfer keuangan daerah (TKD) dari pusat.
”Petani kratom bisa semangat kembali karena adanya pabrik yang ada di Tenggarong Seberang,” jelasnya.
KADIN Butuh Data Pasti Produksi
Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) Kukar Dedi Sudarya mengakui potensi kratom di Kukar. Menurutnya, jika ada data produksi kratom, maka akan sangat bermanfaat untuk jalinan kerja sama bisnis dengan investor. ”Kalau tidak punya data pasti, investor mana mau melirik untuk dijadikan bisnis besar,” sebut Dedi.
Dengan data, KADIN akan lebih mudah memasarkan produk seperti beberapa produk lokal yakni gula aren dan bungkil kelapa sawit. Beberapa pengusaha Kukar yang tergabung dalam KADIN sebut Nala, sudah mulai mengumpulkan data produksi kratom. ”Dengan kisaran potensi 300 ton itu sudah cukup besar bagi Kukar,” jelasnya.
Pasar ekspor luar negeri sudah terbuka dengan komoditas tanaman di Kukar, seperti permintaan bahan mentah daun pisang dan kayu arang yang sangat besar. Apalagi Kukar juga unggul komoditas pisang. ”Karena ekspor bahan mentah masih terbuka, pengusaha bisa melirik ini sebagai peluang bisnis yang menjanjikan,” pungkasnya.(Andri)