src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Uji publik perubahan Dapil Pemilu 2024 di DPRD Kukar. (andri) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Imbas bertambahnya jumlah Kecamatan di Kukar dari 18 menjadi 20, serta bertambahnya penduduk di Kutai Kartanegara, KPU Kukar mulai merancang pemetaan daerah pemilihan (Dapil) baru.
Lembaga penyelenggara pemilu tersebut mulai menggelar uji publik di DPRD Kukar, dengan mengundang beberapa Parpol dan Ormas.
Uji publik dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kukar, Yohannes D, serta anggota legislatif lainnya. Dari unsur KPU Kukar dihadiri Ketuanya Purnomo dan anggota KPU, Muhammad Amin. Turut hadir Ketua Bawaslu Muhammad Rahman.
Paparan utak-atik Dapil persiapan Pemilu 2024 disampaikan oleh Muhammad Amin. Pria asal Samboja tersebut menyebut, KPU Kukar punya dua rancangan pemetaan dapil. Untuk opsi pertama ada perubahan pada dapil 4, yang sebelumnya meliputi Kecamatan Samboja, Muara Jawa dan Sangasanga, ditambah kecamatan Samboja Barat.
“Sedangkan kecamatan baru Kota Bangun Darat masuk di dapil wilayah kecamatan Hulu. Sedangkan opsi duanya, pergeseran kecamatan Samboja Barat masuk dapil 5 yang masuk Loa Kulu dan Loa Janan,” ucap Amin.
Dari gambaran dapil tersebut, juga dirancang perolehan kursi di DPRD Kukar, dari opsi satu, dapil 1 dapat 6 kursi, dapil 2 dapat 9 kursi, dapil 3 dapat 7 kursi, dapil 4 dapat 8 kursi, dapil 5 dapat 8 kursi dan dapil 6 peroleh 7 kursi.
“Sedangkan di opsi 2, dirancang dapil 1 dapat 7 kursi, dapil 4 dapat 6 kursi dan dapil 5 peroleh 9 kursi. Sedangkan dapil lainnya tidak ada perubahan jumlah kursi,” sebut Amin.
Amin menyebut, merombak dapil juga memakai tujuh prinsip yaitu kesetaraan nilai suara, ketentuan sistem pemilu, proporsionalitas, integritas wilayah, Coterminours, kohesivitas dan berkesinambungan. Hasil pasti usulan perubahan dapil, akan diputuskan KPU Pusat per 9 Pebruari 2023 nanti.
“Dengan adanya tambahan dua kecamatan, kita bisa mewujudkan pemilu demokratis yang sesuai dengan prosedur dan perundang-undangan kepemiluan yang berlaku,” jelasnya.
Ketua Komisi I DPRD Kukar, Yohannes memastikan, pemetaan dapil yang dilakukan KPU Kukar akan didampingi dan dikawal secara konsen. Ini mengingat pemetaan dapil sangat penting imbas dari bertambahnya dua kecamatan baru dan bertambahnya penduduk Kukar.
“Mudah-mudahan pemilu akan sesuai tahapan, yang lebih mementingkan unsur kepentingan masyarakat. Prinsipnya, jangan ada yang tersakiti atas perombakan dapil nantinya,” pungkasnya.
Dari RDP dan uji publik tersebut, lebih banyak tokoh parpol dan masyarakat menyarankan kepada KPU Kukar untuk memakai opsi pertama.
Utak-atik lebih berdampak di Kecamatan Samboja. Karena itu, rencannya KPU akan menggelar uji publik lanjutan di Samboja, pada Selasa 13 Desember 2022 nanti.(Andri)