22.1 C
Samarinda
Wednesday, June 16, 2021

Korban Tertipu Jutaan! Penipuan Berkedok Beasiswa Catut Kepala SMAN 1 Berau

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Aksi penipuan mencatut nama Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Berau menyasar orang tua siswa.

Modus penipuan dilakukan melalui panggilan telepon dengan meminta nomor rekening korban dan membayar sejumlah biaya administrasi agar mendapatkan bantuan beasiswa.

Kepala SMAN 1 Berau, Saleh menegaskan, selama ini pihaknya tidak pernah mengadakan program tersebut. Untuk program beasiswa sendiri dilakukan secara online dan langsung diserahkan kepada penerima.

Ia juga merasa dirugikan sebab namanya dicatut dan akan melaporkan ke Polres Berau. “Ada dua orang yang saya tahu kena tipu, satu melapor kepada saya, satu lagi kepada wali kelasnya. Saya juga bingung, dapat nomor orang tua darimana, memang para siswa tidak ada yang memiliki nomor saya,” ucapnya, Kamis 10 Juni 2021.

Sementara itu, korban penipuan beasiswa, Murni mengatakan, awalnya mendapat telepon dari nomor tidak dikenal yang mengatasnamakan Kepala SMAN 1 Berau. Ia dijanjikan mendapatkan uang beasiswa sebesar Rp 3.700.000.

“Ditanya apakah memiliki rekening, saya jawab punya. Setelah itu saya dikirimkan pesan singkat dengan kode pencairan dana,” kata dia.

Lanjutnya, dia mengikuti panduan dari penipu. Setelah berada di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) diberikan beberapa nomor kode atau PIN. Tetapi setelah dicoba sampai tiga kali, selalu gagal. “Dia (penelpon) marah-marah sama saya. Setelah itu telepon dimatikan secara sepihak oleh dia,” ujar Murni.

Namun, tak berapa lama, keluar struk dan korban melihat saldo terpakai Rp 2,6 juta. Saldo tabungan tersisa Rp 200 ribu. “Saya baru tahu kalau itu penipuan setelah ada seseorang yang menegur saya,” ucapnya.

Tidak hanya Murni. Salah satu tua siswa menderita kerugian sebesar Rp 6 juta akibat penipuan beasiswa tersebut. “Kami akan melaporkan ini ke polisi,” pungkasnya.

Kasat Reskrim AKP Ferry Putra Samodra mengatakan, masih mempelajari dan mendalami kasus ini. Pada Selasa 8 Juni 2021, pihaknya sudah menerima dua laporan penipuan. “Kami masih dalami dulu kasusnya seperti apa,” ujarnya.

Penipuan ini, kata dia, sudah sering terjadi. Modusnya tetap sama. Menghubungi korban melalui telepon seluler dengan memberikan iming-iming tertentu.

“Modusnya rata-rata seperti itu, jadi korban biasanya dibuat panik, atau korban dijanjikan sesuatu, kemudian meminta nomor rekening dan mengarahkan ke ATM,” ungkapnya.

Ferry menambahkan, pihaknya akan mendalami kasus dan menduga pelaku bukan orang Berau. Ia mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap modus penipuan yang kerap terjadi mengatasnamakan suatu instansi. “Lebih baik cek dan ricek terlebih dulu,” tandasnya.

Penulis: Sofi
Editor: MH Amal

Komentar

berau/" data-order-by="social" data-numposts="5" data-width="100%" style="display:block;">
- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar