Beranda BERITA Berlian 70 Karat Milik Sultan Banjarmasin yang Dirampas Penjajah Belanda Akan Dikembalikan

Berlian 70 Karat Milik Sultan Banjarmasin yang Dirampas Penjajah Belanda Akan Dikembalikan

Berlian 70 karat Sultan Banjarmasin yang dulu dirampas Belanda hendak dikembalikan. (Situs Rijksmuseum belanda: www.rijksmuseum.nl)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA–Kabar baik datang dari negeri kincir angin, Belanda buat Indonesia, khususnya warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Museum nasional Belanda, Rijksmuseum, berencana mengembalikan berlian 70 karat dari Banjarmasin. Dahulu kala, berlian itu dirampas Belanda menggunakan kekerasan.

Dikutip detik.com yang melansir situs resmi Rijksmuseum, Senin (12/10/2020), berlian Banjarmasin itu disebut berasal dari tahun 1875. Saat itu, Belanda masih menjajah Nusantara.

Advertisement

“Batu ini kepunyaan pewaris kerajaan, simbol dari kedaulatan Sultan,” demikian bunyi keterangan yang tertera di situs Rijksmuseum.

Dahulu, berlian itu milik Sultan Banjarmasin bernama Panembahan Adam. Setelah Panembahan Adam mangkat, berlian itu kemudian diambil Belanda.

“Setelah Sultan meninggal dunia, Belanda mengintervensi peperangan perebutan kekuasaan Kesultanan Banjarmasin. Pada 1859, tentara Belanda menguasai Banjarmasin dengan kekerasan dan menghapus kesultanan,” kata Rijsmuseum.

Berlian 70 karat itu adalah salah satu pusaka yang hendak dikembalikan Museum asal Belanda itu ke Indonesia. Barang-barang itu adalah hasil Belanda menjajah kawasan yang sekarang bernama Republik Indonesia.

Dilansir dari The Guardian, Senin (12/10/2020), pusaka berlian 70 karat milik Sultan Banjarmasin sempat diambil Belanda dari Indonesia.

“Jika itu bukan milik Anda, maka Anda harus mengembalikannya,” kata penulis laporan badan penasihat pemerintah, Lilian Gonçalves-Ho Kang You, saat mengusulkan komite independen.

Taco Dibbits, direktur Rijksmuseum, mengatakan lembaganya sudah bekerja untuk mengidentifikasi asal-usul koleksinya dan struktur formal untuk pengembalian akan diterima.

“Menurut kami, membentuk komite independen dan pusat keahlian untuk menangani klaim apa pun dari negara bagian merupakan saran yang baik. Kami berharap hal ini berkontribusi pada dialog yang konstruktif dengan negara asal. Selain itu, penting agar museum bekerja sama secara internasional untuk menambah pengetahuan tentang kawasan ini,” ujar Taco Dibbits.

Editor: emha

Berita ini tayang di detik.com, Senin 12 Oktober 2020, dengan judul “Berlian Banjarmasin 70 Karat Dulu Dirampas Belanda dengan Kekerasan”

Komentar
Advertisement