src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Koperasi Merah Putih di Kutim Terkendala SDM, 141 Unit Desa Masih Tunggu Arah Pusat

Koperasi Merah Putih di Kutim Terkendala SDM, 141 Unit Desa Masih Tunggu Arah Pusat

2 minutes reading
Friday, 18 Jul 2025 10:56 288 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendorong penguatan Koperasi Merah Putih (KMP) di tingkat desa sebagai bagian dari program pengembangan ekonomi kerakyatan. Namun hingga pertengahan Juli 2025, pengoperasian koperasi tersebut masih menghadapi hambatan serius, terutama dari sisi sumber daya manusia (SDM).

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, mengatakan seluruh proses administratif pembentukan koperasi telah rampung, namun kesiapan personel masih menjadi tantangan utama.

“Saya sampaikan Koperasi Merah Putih kita sudah 100 persen clear, baik itu pembentukan pengurus maupun surat-suratnya,” ungkap Mahyunadi di Sangatta, Kamis (17/7/2025), dikutip dari antaranews.com.

Ia menegaskan bahwa 141 KMP yang tersebar di berbagai desa saat ini hanya tinggal menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat agar bisa segera menjalankan program dan kegiatan ekonomi.

Mahyunadi juga berharap agar para pengurus koperasi benar-benar menjalankan tugasnya secara profesional dan sesuai mandat. Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dinilai krusial agar koperasi bisa memberi dampak nyata dalam pembangunan desa.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setkab Kutim, Trisno, menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah mengadakan tahapan pembekalan bagi seluruh pengurus koperasi, terutama dalam menyusun proposal bisnis sebagai dasar operasional yang berkelanjutan.

“Tahap berikutnya adalah pembekalan bagaimana mereka menyusun proposal bisnis, supaya koperasi ini bisa eksis dalam pembangunan desa,” jelas Trisno.

Namun, ia mengakui bahwa program peningkatan kapasitas SDM koperasi saat ini sedikit terkendala oleh kebijakan efisiensi anggaran, yang berdampak pada pengurangan kegiatan bimbingan teknis atau pelatihan.

“Kita tahu salah satu poin dari efisiensi itu adalah kegiatan bimtek dikurangi. Jadi kita cari formulasi supaya koperasi bisa langsung kerja, bisa fight membangun kampungnya,” tambahnya.

Trisno juga mengungkapkan bahwa Kutai Timur akan menjadi salah satu dari 103 titik peluncuran nasional program Koperasi Merah Putih, yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Juli 2025.

Artikel Asli baca di antaranews.com

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x