27.8 C
Samarinda
Thursday, June 30, 2022

Konsumsi Tinggi Selama Ramadan dan Idulfitri, Minyak Goreng Curah Lampaui HET

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Secara umum, tingkat konsumsi masyarakat Kaltim saat Ramadan hingga lebaran Idulfitri tahun ini mengalami peningkatan.

Walaupun begitu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor memastikan stok barang kebutuhan pokok masih aman pada hari kelima pascalebaran ini hingga 1,5 bulan ke depan.

“Persediaan bahan pokok stabil dan aman,” ucapnya, Jumat 6 Mei 2020, kemarin.

Dia menjelaskan, berdasarkan harga rata-rata bahan pokok di pasaran, secara keseluruhan masih terjangkau oleh masyarakat.

Namun, khusus untuk harga minyak goreng curah, masih dipatok tinggi di pasaran, melebihi harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp 14 ribu per kilogramnya.

Selain itu, kata Robyan Noor, harga daging sapi, daging ayam dan telur ayam masih tinggi di pasaran.

Menurutnya, adanya kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi masyarakat saat Ramadan dan lebaran Idulfitri dibandingkan hari biasanya. Kenaikan konsumsi masyarakat saat ini bahkan mencapai 30 hingga 40 persen.

“Membaiknya daya beli masyarakat ikut berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak positif, seiring melandainya COVID-19,” katanya.

Robyan Noor mengungkapkan, kendati terjadi peningkatan permintaan masyarakat, tetapi beberapa komoditi bahan pokok justru mengalami penurunan harga.

Data per Jumat 6 Desember 2022 yang tercatat di Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kaltim untuk komoditi beras medium mengalami penurunan harga mulai dari Rp 300 hingga Rp 400 per kilogramnya.

Saat ini harga beras medium dijual seharga Rp 11.150 per kilogramnya. Padahal, minggu lalu harga jual komoditi ini masih seharga Rp 11.400 per kilogramnya dan pada bulan lalu dijual Rp 11.543 per kilogramnya.

Sementara, komoditi beras premium hari ini dipasarkan dengan harga Rp 13.300 per kilogramnya. Padahal minggu lalu dijual Rp 13.459 per kilogram dan bulan lalu dijual seharga Rp 13.601 per kilogramnya.

Sedangkan, harga minyak goreng mengalami penurunan dibanding pekan lalu. Minyak goreng kemasan premium dijual Rp 28.500 per liter, padahal Minggu lalu masih dijual Rp 29.100 per liter.

“Minyak goreng kemasan sederhana hari ini dijual Rp 20.800 per liter. Sedang pekan lalu masih Rp 24.833 per liter. Minyak goreng curah juga mengalami penurunan dari pekan lalu, hari ini dijual Rp 18.750 per liter, sebelumnya Rp 20.217 per liter,” tutupnya.

Penulis : Ningsih

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU