Beranda BUMI ETAM Komisi III DPRD Samarinda Sidak Lokasi Longsor di Mangkupalas

Komisi III DPRD Samarinda Sidak Lokasi Longsor di Mangkupalas

Komisi III DPRD Samarinda Sidak Lokasi Longsor di Mangkupalas - headlinekaltim.co
Sidak komisi III DPRD Samarinda.
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pada Selasa 18 Agustus 2020 pukul 10.00 WITA, Komisi III DPRD Kota Samarinda melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi longsor yang menutup Jalan Pattimura, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda.

Hadir Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda Muhammad Novan Syahronni Pasie, Anggota Komisi III Anhar, Jasno, disertai staf DLH Kota Samarinda Dilla Zahara, Ketua BPBD wilayah Samarinda Seberang-Palaran Sujian.

Jasno menilai Pemerintah Kota Samarinda dan Pemerintah Provinsi Kaltim tidak sigap dalam persoalan tanah longsor di jalur penghubung dua kecamatan tersebut.

Advertisement

Menurutnya, ketika terjadi longsoran pertama kali, harusnya pemerintah segera mengatasi sehingga tidak terjadi longsor parah seperti yang terjadi pada Sabtu 15 Agustus 2020, malam.

“Ini kalau dibiarkan terus bisa putus jalannya. Harusnya pemerintah kota dan pemerintah provinsi sigap dalam persoalan longsor ini,” katanya.

Terkait dengan proses pengerjaan longsor, Jasno menganggap PU Provinsi kurang serius.

Dikatakannya, sejak 15 hari lalu alat berat yang ada di lokasi longsor hanya dijadikan “pajangan” saja. Untuk itu, pihaknya akan mendorong Dinas PU Kota Samarinda untuk turun membantu terkait longsor.

“Ini alat sudah 15 hari di sini, hanya untuk pajangan saja, tidak ada progresnya,” ucapnya.

Kata Jasno lagi, pemerintah kota dan pemerintah provinsi terkesan membiarkan pematangan lahan yang dilakukan tanpa aturan.

“Ini pematangan lahan seenaknya, gunung dipangkas, disposal didorong sehingga longsor. Sepanjang jalur ini kan luar biasa pematangan lahan sehingga terkesan dibiarkan, yang dirugikan masyarakat,” katanya lagi.

Disinggung soal pemilik lahan, Jasno mengaku tidak tahu. Menurutnya, jalan di atas bukit yang longsor dulunya dijadikan hauling perusahaan batu bara.

Sebelumnya, Sabtu 15 Agustus 2020 malam, jalur penghubung Kecamatan Samarinda Seberang dan Kecamatan Palaran tersebut tertutup longsor setelah hujan deras mengguyur Kota Samarinda sejak pagi hingga malam hari.

Longsoran yang terjadi kali ini terbilang parah dari longsor sebelumnya karena material longsoran menutup satu jalur jalan tersebut.

Penulis : Ningsih

Komentar
Advertisement