src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Berau Expo 2026. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Berau Expo 2026 tak sekadar menjadi ajang pameran pembangunan dalam rangka Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Jadi ke-216 Kota Tanjung Redeb. Kegiatan yang berlangsung pada 16–25 Oktober 2026 ini juga menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk kepada masyarakat.
Ketua Panitia Berau Expo 2026, Maulidiyah, menyampaikan bahwa penguatan ekonomi kreatif menjadi salah satu tujuan utama penyelenggaraan kegiatan tahun ini. Hal tersebut sejalan dengan tema yang diusung, yakni “Ekonomi Tumbuh, Budaya Lestari, Berau Sejahtera”.
Menurutnya, Berau Expo diharapkan tidak hanya menjadi tempat masyarakat menikmati hiburan, tetapi juga memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha, komunitas, serta berbagai sektor kreatif yang berkembang di Kabupaten Berau.
“Berau Expo menjadi salah satu sarana untuk memperkuat ekonomi kreatif yang tergabung dalam UMKM dan kecamatan, sekaligus sebagai media promosi potensi daerah,” jelasnya.
Tahun ini, sebanyak 106 peserta mengikuti pameran yang difasilitasi melalui panitia. Peserta tersebut terdiri dari 33 organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, dan BUMN; 13 kecamatan; serta 60 peserta umum dari berbagai sektor, mulai dari pendidikan, perguruan tinggi, UMKM, organisasi perempuan, organisasi pemuda, dunia usaha hingga komunitas lainnya.
Di luar peserta pameran tersebut, kegiatan ini juga diramaikan oleh 170 pedagang mandiri yang dikelola pihak ketiga. Mereka terdiri dari 70 pedagang yang menempati tenda besar dan 100 pedagang kaki lima (PKL) yang tersebar di sekitar Lapangan Pemuda dan GOR Tanjung Redeb.
Kehadiran ratusan pedagang tersebut memperlihatkan besarnya ruang ekonomi yang tercipta selama pelaksanaan expo. Aktivitas perdagangan, mulai dari kuliner, pakaian hingga berbagai produk dan jasa, diharapkan dapat memberikan peluang pendapatan bagi pelaku usaha yang terlibat.
Untuk mengukur dampak ekonomi yang dihasilkan, panitia juga menyiapkan survei berbasis kode batang atau barcode bagi pengunjung dan peserta. Survei tersebut mencakup tingkat kepuasan pengunjung, jumlah kunjungan setiap malam, serta pendapatan harian pelaku usaha.
Melalui pendataan ini, perputaran uang selama sepuluh hari penyelenggaraan diharapkan dapat terekam sebagai bahan evaluasi kegiatan sekaligus menjadi gambaran kontribusi Berau Expo terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Penguatan ekonomi kreatif juga dilakukan melalui beragam kegiatan di dua panggung yang disiapkan panitia, yakni di Lapangan Pemuda dan di dalam GOR Tanjung Redeb.
Panggung di dalam GOR akan diisi dengan berbagai kreativitas dari masing-masing peserta stand, seperti lomba, talkshow, podcast, kelas kecantikan, peragaan busana, hingga pertunjukan tari daerah. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk menampilkan produk, gagasan, dan kemampuan kreatif mereka kepada pengunjung.
Sementara itu, panggung utama di Lapangan Pemuda akan menghadirkan kesenian selama sepuluh malam secara bergantian, termasuk festival tari kreasi daerah, penampilan artis lokal, tarian Nusantara, seni bela diri kungfu, peragaan busana, marching band, serta musik tradisional.
“Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu menarik kunjungan masyarakat sekaligus menciptakan peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen yang lebih luas,” pungkasnya. (Riska)