src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Gamalis: Kebersihan Destinasi Wisata Berau Tanggung Jawab Bersama

Gamalis: Kebersihan Destinasi Wisata Berau Tanggung Jawab Bersama

waktu baca 2 menit
Rabu, 21 Okt 2026 21:30 13 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan bahwa kebersihan kawasan wisata merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, setiap pengunjung perlu memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan, bukan sekadar menikmati keindahan alam yang ditawarkan.

Menjaga kebersihan destinasi wisata Labuan Cermin di Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan. Kesadaran pengunjung, pengawasan lingkungan, hingga keterlibatan pengelola wisata dan aparatur kampung dinilai menjadi kunci agar destinasi unggulan tersebut tetap terjaga.

“Jangan hanya datang untuk berkunjung, tetapi mari sama-sama menjaga kebersihan. Ketika kita datang lalu meninggalkan sampah, persoalan sampah ini akan terus ada,” ujarnya.

Ia menyebut, Labuan Cermin merupakan destinasi istimewa yang harus dijaga bersama. Keunikan dan daya tarik alamnya menjadi aset pariwisata Berau yang perlu dipelihara agar tetap lestari dan dapat dinikmati dalam jangka panjang.
Karena itu, ia mendorong adanya sinergi antara pengunjung, pengelola wisata, petugas kebersihan, pengawas lingkungan, serta aparatur kampung.

“Masing-masing pihak harus menjalankan perannya agar pengelolaan kawasan wisata berjalan optimal,” tuturnya.

Selain kesadaran pengunjung, pengawasan terhadap kondisi lingkungan juga perlu menjadi perhatian. Pengelola wisata, kata Gamalis, turut memiliki tanggung jawab memastikan kawasan tetap bersih dan terawat. Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan retribusi yang dipungut dari pengunjung untuk mendukung pengelolaan destinasi, termasuk kebutuhan kebersihan dan pemeliharaan lingkungan.

“Harapannya ada sinergi antara pengunjung, pengawas, pengelola, petugas kebersihan, dan aparatur kampung dalam pengelolaan wisata,” tegasnya.

Gamalis menambahkan, pemerintah daerah telah memaksimalkan upaya penyuluhan serta penyediaan fasilitas pendukung kebersihan. Namun, upaya tersebut perlu diikuti pengawasan yang konsisten dan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan.

Menurutnya, fasilitas yang tersedia tidak akan memberikan hasil maksimal apabila pengunjung masih membuang sampah sembarangan atau mengabaikan kebersihan lingkungan. Hal ini tidak hanya berlaku bagi Labuan Cermin, tetapi juga seluruh destinasi wisata di Berau. Sebagai daerah yang mengandalkan potensi pariwisata alam, keberlanjutan lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya tarik wisata.

“Saya berharap, tumbuhnya kesadaran bersama dapat menjadikan kebersihan sebagai budaya dalam berwisata, sehingga tetap terjaga kelestariannya,” pungkasnya. (Riska)

LAINNYA
x