src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani saat jadi Narsum Musrenbang RPJMD Kukar 2025-2029.
HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Saat menjadi narasumber Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah(RPJMD) Kukar periode 2025-2029, Ketua DPRD Kukar mengungkapkan rasa prihatinnya dengan yang dialami masyarakat Kukar. Ahmad Yani menyebut masyarakat Kukar banyak yang sakit.
“Coba lihat di RSUD, banyak sekali masyarakat Kukar yang berobat, ini sebuah keprihatinan,” sebut Yani, Selasa 16 September 2025.
Konsekuensi berobat saat sakit ada dua sembuh atau meninggal dunia. Kalau sakit dalam jangka waktu yang lama, siapa yang bertanggung jawab jika di daerah banyak yang sakit adalah pemimpinnya. “Misalnya ada masyarakat miskin mudah sakit, kenapa tidak dibuat sejahtera biar tidak sakit,” ungkapnya.
Yani mengajak kepada Pemkab mengajukan RPJMD. “Kami tidak akan memperlama pengesahan RPJMD, tugas kami mengawal RPJMD sampai selesai,” jelasnya.
Dia berpesan agar RPJMD periode 2025-2029 fokus pada lima tahun mencari pendapatan dareah. Jangan hanya mengandalkan transfer DBH dari pemerintah pusat. Ke depannya bisa dibangun pabrik untuk mewujudkan industri, yang mengarah kepada PAD.
“Di Kukar idealnya bukan hanya tiga BUMD, bisa tambahin jadi 10 BUMD karena yang mau diurusi juga banyak berpotensi jadi PAD,” jelasnya.
Yani juga menyinggung rumah pinggir sungai harus ditata dengan baik karena ia merasa miris sungai jadi tempat pembuangan sampah dan limbah. “Keberhasilan butuh kolaborasi dan sinergi eksekutif, legislatif, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Wujudkan Kukar idaman terbaik, pusat pangan, pariwisata dan industri hijau di Kukar,” pungkasnya.(ADV49/Andri)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya