src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Hartati, Operator RRI Samarinda yang Jalani Wisuda Sarjana Bareng Anak

Hartati, Operator RRI Samarinda yang Jalani Wisuda Sarjana Bareng Anak

waktu baca 3 menit
Rabu, 30 Des 2020 18:39 316 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA –Tuntutlah ilmu sejak buaian hingga liang lahat. Petuah agama itu jadi pegangan perempuan berusia 48 tahun ini. Usia memang bukan halangan untuk menuntut ilmu. Namanya Hartati. Baru saja menamatkan kuliah program Strata-1 jurusan Sistem Informasi di Universitas Mulia, Balikpapan.

Keseharian Hartati adalah staf operator di RRI Samarinda. Sejak tahun 1992. Disambangi headlinekaltim.co di ruang kerjanya, Rabu, 30 Desember 2020 siang, Hartati berkisah soal motivasinya untuk menuntut ilmu. “Saya tidak hanya sekadar mengejar gelar sarjana,” ujarnya, membuka percakapan.

Tujuan utama dia kuliah adalah untuk menggali ilmu sesuai bidang pekerjaan yang ditekuninya sejak 28 tahun lalu. Menurutnya, bidang pekerjaan yang ditekuninya semakin maju dan berkembang dengan teknologi. Sebagai operator radio, ia dituntut harus memiliki kemampuan berbasis teknologi pula.

“Saya itu menghadapi ini (seraya menunjuk peralatan kerjanya yang berbasis teknologi), kalau tidak sekolah, tidak bisa apa-apa. Saya kan dituntut teknologi sekarang, kalau kita tidak belajar, tidak tahu apa-apa jadinya,” ucapnya.

Jika tak mau mengembangkan diri, ibu dua anak ini sadar akan tergilas zaman. “Segalanya sistem informasi, serba aplikasi sekarang, makanya kalau saya tidak sekolah, tidak bisa. Saya kemarin hanya lulusan SMA, wawasan terbatas,” katanya.

“Saya kepingin bisa dan tidak malu-maluin kalau disuruh. Karena semua aplikasi, kaya kita misal lapor pajak aplikasi, lapor harga kekayaan pegawai negeri dan laporan yang kita kerjakan setiap hari, kan lewat aplikasi,” lanjutnya.

Hartati pun mengaku tak malu dan tak canggung ketika masuk kuliah. Walaupun ia kuliah bersamaan dengan anaknya yang nomor dua. Luar biasanya, wanita ini bisa mengejar si anak yang nota bene lebih dulu masuk kuliah. Dia mampu menyelesaikan kuliah hanya dalam 3 tahun 11 bulan dengan nilai IPK 3,66.

“Awalnya saya lihat anak saya yang nomor dua, dia kuliah di situ juga, bisa apa-apa semua, makanya saya mau sekolah di situ. Itu yang juga jadi motivasi saya. Kemarin itu anak saya duluan kuliah, dia masuk semester 5, baru saya masuk. Kuliah bareng, wisuda juga sama-sama. Saya kuliah 3 tahun 11 bulan. Tapi saya itu tidak terlalu penting nilai, saya perlukan ilmunya, bukan ijazah menurut saya,” ujarnya.

Saat memutuskan kuliah, Hartati mengaku mendapatkan dukungan penuh dari suami dan kedua anaknya. Teman sekelas dan dosen juga menyemangatinya. Hartati menjadi mahasiswa tertua di angkatannya.

Dia mengaku cukup banyak kendala bekerja sembari kuliah di usia tak lagi muda. Tak jarang, ia merasakan lelah dan kantuk saat mengikuti perkuliahan dari dosen.  “Kadang sampai ngantuk ikut kelas, cepat-cepat cuci muka. Ikuti pelajaran, kerjakan semua tugas, karena kalau tidak, pasti nggak dapat nilai. Jadi tetap semangat,” katanya.

Di musim pandemi COVID-19, Hartati pun sempat mengikuti perkuliahan secara daring untuk mengejar satu mata kuliah yang tertinggal. “Sempat online di semester 8. Satu pelajaran tertinggal, waktu itu program prodi tidak ada pelajaran itu. Jadi pas skripsi dihitung nilainya kurang satu, jadi ikut semester bawah,” bebernya.

Namun, saat pelaksanaan wisuda akhir November lalu, Hartati terpaksa tidak mengikuti acara tersebut. Lantaran puncak wisuda dilaksanakan di Kota Balikpapan. Hartati mengaku mengkhawatirkan kesehatan dan keselamatan dirinya jika memaksa untuk ikut wisuda. Balikpapan masih menjadi daerah zona merah COVID-19.

“Wisuda kemarin di kampus utama Balikpapan, tapi karena saya takut (COVID-19,red), jadi saya tidak ikut wisuda. Alhamdulillah disetujui kampus, alasan saya karena umur saya tua jadi takut, rentan terpapar virus COVID-19,” ungkapnya.

Dengan ilmu yang ia miliki, Hartati berharap dapat membawa manfaat bagi dirinya dan orang lain. Ia pun memberikan tips kepada siapapun untuk tetap bersemangat menuntut ilmu walaupun usia tak lagi muda. “Intinya ada kemauan, niat, insyaallah bisa. Semangat terus untuk menuntut ilmu,” pungkasnya.

Penulis: Ningsih

Editor: MH Amal

 

LAINNYA
x