src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bagian mal yang terbakar. (ist)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA –Usai kebakaran di bagian Gudang serta toilet pada Jumat 8 Oktober 2021, pukul 21.50, hari ini Mal Samarinda Square beroperasi seperti biasa. Aktivitas para tenant dan pengunjung berjalan lancar.
Pihak pengelola Mall Samarinda Square, melalui Building Oprasional Manager, Andi mengatakan, kebakaran diakibatkan korsleting di bagian gudang serta toilet. “Kebakarannya terjadi cepat, hanya kepulan asap itu yang membuat adanya kesulitan,” jawabnya.
Kendati demikian, mal tetap beroperasi seperti biasa. “Kita tetap buka serta tutup seperti biasa, hanya kesulitannya saat prepare, karena banyak genangan air,” beber Andi, Sabtu 9 Oktober 2021.
Ditanya soal kerugian akibat kebakaran, dia mengaku belum bisa memastikan. “Kita belum memastikan nominal kerugian kita pasca peristiwa semalam, tetapi jika kita perhitungan sementara itu mencapai Rp 10 juta lebih,” ujarnya.
Diketahui, kebakaran terjadi di mal yang berlokasi di Jalan M Yamin, Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda Ulu itu diketahui oleh petugas keamanan yang melihat kepulan asap keluar dari ruangan gudang lantai 2.
Asap tebal keluar dari bangunan gudang dan toilet milik toko pakaian ternama yang ada di lantai 2 mal tersebut. Petugas langsung melaporkan kejadian itu ke Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda.
Sementara itu, warga sekitar dan pengguna jalan yang mengetahui kejadian itu mulai berdatangan untuk melihat dari dekat kejadian tersebut. Puluhan petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Namun, tak mudah untuk menangani kebakaran yang terjadi dengan dalam bangunan seperti itu. Pasalnya, oksigen semakin sedikit karena asap tebal memenuhi bagian Gedung sehingga membutuhkan peralatan khusus agar petugas pemadam bisa masuk.
Bahkan, seorang petugas pemadam dari Damkar Samarinda bernama Ikhwan nyaris pingsan saat berupaya memadamkan api. Dadanya terasa sesak lantaran banyak menghirup asap yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut sangat tebal.
Proses pemadaman dan pendinginan pun berlangsung lamban. Minimnya titik air juga menjadi kendala petugas. Baru sekitar pukul 00.30 WITA dinihari, api berhasil dikuasai.
Wakil Komandan Disdamkar Samarinda Sunardi Siman mengatakan, penyebab kebakaran diduga korsleting. “Dugaan sementara korsleting di bagian toilet dan gudang barang. Tapi untuk kepastiannya masih dalam proses penyelidikan kepolisian,” katanya.
Penulis: Erik/Ningsih