src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kenaikan Harga Pertamax Tak Tepat, Nidya Listiyono : Saya Pribadi Keberatan

Kenaikan Harga Pertamax Tak Tepat, Nidya Listiyono : Saya Pribadi Keberatan

2 minutes reading
Friday, 8 Apr 2022 13:27 239 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono angkat suara terkait kebijakan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax.

Seperti diketahui, pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM Pertamax dari Rp 9.400 per liter menjadi Rp 13.500 per liter sejak tanggal 1 April 2022 lalu.

Menurutnya, kebijakan tersebut sangat tidak pas diberlakukan saat ini. Apalagi, sebelumnya rakyat Indonesia sudah dipusingkan dengan dicabutnya subsidi minyak goreng, yang menyebabkan harga eceran minyak goreng di pasaran ikut melambung.

Tak hanya kenaikan harga minyak goreng saja yang harus dihadapi rakyat Indonesia, tetapi juga kenaikan atau penyesuaian terjadi tabung elpiji non subsidi dan PPN 11 persen. Sedang di lokal Samarinda sendiri, Perumdam PDAM juga mengumumkan kenaikan harga air per kubiknya.

“Kenaikan BBM ini merupakan kebijakan pusat. Saya lihat masyarakat juga sudah resah dan ada beberapa info yang akan melakukan demo. Saya pribadi dan selalu perwakilan masyarakat, pasti keberatan,” ucapnya, baru-baru ini.

Dikatakan Politisi dari partai Golkar ini, seharusnya pemerintah dan PT Pertamina dapat mencari solusi lain sebelum menaikkan harga BBM Pertamax.

“Cari formula lain yang tidak membuat rugi, tapi bisa tetap survive. Artinya ada perhitungannya,” katanya.

Dengan naiknya harga BBM Pertamax, Nidya Listiyono meyakini, akan berdampak pada kenaikan inflasi.

“Sedikit banyak pasti tetap akan mempengaruhi ekonomi. Biasanya jika sudah begini akan terjadi inflasi, kenaikan harga-harga barang. Cuma karena ini kebijakan, mau tidak mau, suka tidak suka, kita terpaksa jalankan,” tutupnya.

Penulis : Ningsih

LAINNYA
x