src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Rudi Mas’ud (jas hitam), Hasanuddin Mas’ud (tengah) dan Rahmat Mas’ud saat memberikan keterangan pers. (Ningsih) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Ketua DPD Golkar Kalimantan Timur Rudi Mas’ud membantah isu yang menyebut bahwa keluarga besarnya ingin menciptakan dinasti politik di Kaltim.
“Jadi, dinasti dan sebagainya ini tidak ada. Politik sifatnya demokrasi dan memilih, itu yang benar. Jadi tidak benar. Kami di sini ditunjuk, pak Walikota ditunjuk, pak Hasan (Ketua DPRD Kaltim, red) ditunjuk, saya pun ditunjuk. Tugas kami adalah menjalankan amanah yang telah diberikan masyarakat Kaltim untuk kita serap dan aspirasinya bisa kita sampaikan, ” ujarnya pada awak media usai menggelar acara Lunch & Celebrate Graduation di Hotel Selyca Samarinda, Sabtu 24 September 2022, malam.
Dikatakannya, kehadiran keluarga Mas’ud di beberapa jabatan penting di Legislatif dan Eksekutif Kaltim maupun pusat, kata Rudi Mas’ud, punya tujuan.
Namun, yang paling utama, kata dia, menjadi ladang pahala bagi keluarga Mas’ud untuk dapat menjalankan amanah yang telah diberikan oleh masyarakat Kaltim.
“Ini merupakan tanggung jawab sosial. Kalau pekerjaan, kami punya pekerjaan. Tapi kami punya tanggung jawab sosial bagi seluruh masyarakat Kaltim karena kami memang lahir di Balikpapan, domisili di Samarinda, istri kami orang Paser, kegiatan bisnis kami sampai ke Berau, makanya kami punya tanggung jawab sosial, ” terangnya.
Disinggung mengenai target untuk tahun 2024, Rudi menegaskan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kaltim, dirinya memiliki tupoksi untuk memenangkan partai berlambang pohon beringin ini dan menyerap aspirasi masyarakat.
“Ke depan Golkar tidak hanya menjawab tantangan hari ini, tapi juga menjawab tantangan masa depan,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Walikota Balikpapan Rahmat Mas’ud yang juga merupakan adik dari Rudi Mas’ud juga membantah bahwa keluarganya ingin menciptakan dinasti kepemimpinan di Kaltim.
“Ini harus kita tepis. Apa yang dikategorikan dinasti? Dinasti ini akan membangun keluarga kepemimpinan, nah sekarang ini apakah kita di zaman dinasti? Di zaman kerajaan? Kan beda. Ini zaman demokrasi. Silakan kalau anda tidak senang, tidak puas dengan keluarga kami. Kami tidak minta dipilih, tapi kami diminta untuk mengabdi, ” ujarnya.
“Pengabdian kami dipilih atau terpilih, komitmen kami adalah bagaimana hidup kami bermanfaat. Itu saja, ” sambung Rahmat Mas’ud.
Dia menambahkan, bukan hanya keluarga Mas’ud yang menjadi pemegang kepemimpinan di beberapa jabatan strategis eksekutif maupun legislatif, tetapi banyak keluarga lain.
“Bukan hanya di keluarga kami, ada di keluarga lain juga, cuma kami mungkin yang kelihatan sehingga kami dominan, ” tutupnya.
Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal