30.9 C
Samarinda
Thursday, May 13, 2021

Keempat Kalinya, Berkas Kasus Pungli Camat Dikembalikan Jaksa

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Berkas kasus dugaan pungutan liar (Pungli) yang menjerat Camat Segah Eben Ezer Hutabarat dan Kepala Kampung Gunung Sari, Turmin, hingga kini masih belum dinyatakan lengkap alias P21 oleh Kejaksaan Negeri Berau.

Dikatakan Kasat Reskrim AKP Rido Doly Kristian, berkas tahap pertama kasus dugaan pungli tersebut sudah beberapa kali diserahkan ke jaksa di Bagian Pidana Khusus (Pidsus).

“Belum P21 karena menurut jaksa, berkas yang kami ajukan ada kekurangan dan harus dilengkapi lagi. Sudah empat kali berkas yang kami ajukan dikembalikan,” ujarnya, Kamis, 13 Agustus 2020.

Lanjut dia, aaat ini, berkas sudah dilengkapi sesuai dengan petunjuk yang diberikan pihak jaksa. Dalam waktu dekat, berkas tersebut akan kembali diserahkan ke Pidsus. “Satu atau tiga hari ke depan akan kami serahkan berkasnya. Ini yang ke lima kalinya berkas itu kami kirim,” terangnya.

Pihaknya akan tetap mengawal kasus dugaan pungli yang dilakukan camat dan oknum kepala kampung tersebut. “Kami akan terus mengawal kasus ini hingga para tersangka mendapatkan hukuman setimpal. Apalagi kedua tersangka ini abdi masyarakat, dan digaji oleh negara tidak sepantasnya melakukan tindakan pungli kepada masyarakat petani, apalagi itu juga tidak dibenarkan,” tegasnya.

Baca Juga  Timba Air Nyangkut Sesuatu, Ternyata Mayat, Korban Sudah Dua Hari Dicari

Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Berau Mosezs membenarkan berkas kasus ini belum lengkap. “Belum P21,” katanya.

Baca Juga  Satpol PP Siap Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Kejaksaan juga sudah memberikan petunjuk kepada penyidik apa kekurangan dari berkas penyidikan kasus tersebut. “Ada syarat-syarat materil yang belum terpenuhi,” ujarnya.

Secara umum kata dia, berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) seluruh fakta penyidikan diteliti oleh jaksa. Apabila, materilnya tidak lengkap, apalagi terkait alat bukti tidak mendukung, maka kemungkinan tersangka mendapat vonis bebas sangat besar.

Hal itu juga tertuang dalam Pasal 184 ayat 1 KUHAP bahwa alat bukti yang sah adalah keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa. “Itulah materil-materilnya semua. Yang jelas, jika sampai ada syarat materil yang belum terpenuhi, makanya berkasnya kami kembalikan lagi,” pungkasnya.

Penulis: Sofi

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar