Beranda BUMI ETAM Angka Kasus Kebakaran Menurun, Disdamkar: Masyarakat Lebih Peduli

Angka Kasus Kebakaran Menurun, Disdamkar: Masyarakat Lebih Peduli

Angka Kasus Kebakaran Menurun, Disdamkar Masyarakat Lebih Peduli - headlinekaltim.co - dinas pemadam kebakaran
Wakil Komandan Disdamkar Samarinda Sunardi Siman
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Jumlah kasus kebakaran di Kota Samarinda, Kaltim, periode Januari hingga Agustus 2020 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun 2019.

Dari data Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda, tercatat kebakaran mencapai 175 kejadian selama Januari sampai Agustus 2020.

Sementara, pada tahun 2019, di periode Januari hingga Agustus, jumlah kebakaran mencapai 198 kejadian.

Advertisement

Wakil Komandan Disdamkar Samarinda Sunardi Siman, mengatakan jumlah tertinggi kebakaran terjadi di bulan April 2020, yakni sebanyak 47 kejadian. Angka terendah di bulan Juni dan Agustus masing-masing sebanyak 13 kejadian.

“Di bulan April ini jumlah kejadian tinggi karena masuk musim panas. Biasanya juga berpengaruh,” ucapnya saat ditemui Headlinekaltim.co di ruang kerjanya.

Siman merinci, kebakaran tahun 2020 ini pada Januari sebanyak 20 kejadian, Februari sebanyak 35 kejadian, Maret sebanyak 35 kejadian, April 47 kejadian, Mei sebanyak 18 kejadian, Juni 13 kejadian, Juli 14 kejadian dan bulan Agustus sebanyak 13 kejadian.

“Periode ini, total jumlah bangunan rumah yang terbakar sebanyak 44 unit, terdiri dari rumah tinggal dan bangsalan. Selain itu obyek yang terbakar gedung, tempat usaha dan kendaraan,” papar pria yang akrab disapa Didi ini.

Musibah kebakaran yang paling parah, lanjut Siman terjadi di bulan ini karena mengakibatkan jatuh korban jiwa. Dari data yang telah dihimpun, pekan pertama September, sudah terjadi sedikitnya 3 kali kebakaran.

Baca Juga  Zairin-Sarwono Klaim Lolos Verifikasi Faktual Calon Perseorangan

“Di bulan September ini yang paling parah. Kebakaran terjadi di daerah Lempake Tepian beberapa hari kemarin menyebabkan 1 keluarga menjadi korban, bahkan 1 orang meninggal dunia dan 5 orang lainnya mengalami luka bakar serius,” kata dia.

Mayoritas penyebab kebakaran, lanjut Siman, dikarenakan arus pendek atau korsleting listrik. Kenocoran tabung gas juga jadi salah satu penyebab tertinggi setelah korsleting listrik.

“Kebakaran terbanyak dipicu masalah korsleting listrik sebanyak 25 kasus, kebocoran tabung gas sebanyak 6 kasus dan lain-lain total sebanyak 9 kasus,” jelasnya.

Disdamkar Samarinda gencar melakukan sosialisasi soal bahaya kebakaran mulai dari tingkat RT, Kelurahan hingga Kecamatan.

“Alhamdulillah di tahun ini kejadian kebakaran turun. Ini artinya masyarakat lebih peduli dan sadar akan bahaya kebakaran sehingga lebih mengedepankan tindakan pencegahan. Kami pun tak henti untuk melakukan sosialisasi di semua tingkatan,” pungkasnya.

Penulis : Ningsih

Komentar
Advertisement