src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Nidya Listiono HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono mengungkap, baru-baru ini pihaknya menerima surat keluhan dari masyarakat, terkait kinerja Perusahaan Daerah (Perusda) Kaltim.
Dalam surat itu juga berisi banyak pertanyaan mengenai penyebab kinerja Perusda di Kaltim yang tidak bisa berkembang dan justru dinilai merugikan daerah.
“Beberapa waktu lalu kami menerima surat dari masyarakat yang mengkritisi Perusda-Perusda yang ada di Kaltim,” ujarnya, Senin kemarin.
“Diantara isinya, kenapa Perusda tidak bisa maju atau berkembang, gaji tinggi, tidak ada kegiatan jelas, instansi pembina sangat lemah dan sebagainya. Ditulis juga di sana bahwa yang menyebabkan Perusda tidak bisa maju karena Perusda hanya diisi satu kelompok orang, atau hanya karena ada hubungan keluarga dan semacamnya,” beber Nidya Listiyono.
Komisi II DPRD Kaltim, tegas dia, akan mengkritisi Perusda di Kaltim. Namun tentunya dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.
“Tentu kita akan kritisi dengan praduga tak bersalah. Tapi kita lihat kinerja keuangan mereka, apakah meningkat atau tidak selama proses pergantian dan pengangkatan direksi baru,” katanya.
Untuk itu, politisi dari partai Golkar ini mengajak seluruh masyarakat Kaltim untuk dapat bersama-sama mengawasi, serta memberikan saran dan kritik pada Perusda Kaltim, agar Perusda menjadi lebih baik dan membantu pemerintah daerah untuk menjalankan pembangunan dari hasil kinerja yang dilakukannya. Serta mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Kaltim.
“Kami minta masyarakat, ayo kita sama-sama mengkritisi Perusda, tapi yang membangun. Ini dilakukan supaya untuk memberikan trigger, agar Perusda lebih produktif,” pungkasnya. (Adv/Ningsih)